Category Archives: Esai

MOS Masa Orientasi Sontoloyo

Standar

Pendidikan adalah sebuah program besar dalam rangka membuat perubahan dan menciptakan perbaikan . pendidikan sebagai sarana pembentuk karakter dan intelektual manusia, secara tidak langsung juga akan merubah kebudayaan kehidupan masyarakat.
Berbicara tentang budaya dan kehidupan masyarakat apalagi masyarakat dunia, kita akan mendapati sebuah perubahan yang sangat cepat dan tak dapat dibendung. Kalau dulu kita mengenal profesi manusia seperti dokter, insinyur, ekonom, pilot dan petani maka kita kini dapati begitu banyaknya jenis profesi baru yang berkembang ditengah kebudayaan manusia , seperti programer, management development, smart cattle management dan lainnya yang dulunya tidak pernah kita dengar.
Perubahan yang cepat didunia, mau tidak mau akan melahirkan permasalahan baru yang tidak mungkin diselesaikan dengan cara kuno dengan cara yang sudah out of date. Permasalahan kekinian hanya bisa diselesaikan dengan cara kini dengan sistem kekinian pula, hal ini mendorong pendidikan untuk terus berubah, mulai dari kurikulumnya, medianya mata pelajarannya dan sistem pembelajarannya. Hal ini penting untuk melahirkan peserta didik yang up to date dan memahami problem kekinian serta siap untuk memecahknnya.
Beberapa menit yang lalu, pagi ini saya melihat beberapa pelajar yang berjalan kaki didepan rumah, dandanannya aneh menurut saya. Memakai bedak beras, putih seluruh wajahnya seperti pemain pantomim, dipundaknya memanggul tas dari karusng beras, dilehernya dikalungi dengan bermacam permen. Mereka mengatakan MOS (masa orientasi siswa) tapi yang terbesit dikepala saya kata “Goblok!!!” .
Melihat pemendangan seperti itu, saya melihat pendidikan kita seakan mundur kemasa seratus tahun yang lalu, model pendidikan seperti ini sama saja kita mengajarkan peserta didik menggunakan mesin ketik sementara orang lain sudah belajar menggunkan dan menciptakan perangkat elektronik yang supercanggih, bagaimana mungkin kita masih mengajarkan peserta didik kita menggunakan mesin ketik ketika orang sudah menciptakan mouse komputer dengan kedipan mata, bahkan sebagian fitur smart phone sudah bisa membaca perintah penggunanya dengan ucapan.
MOS seperti ini sama seperti mengajarkan peserta didik menggunakan burung merpati untuk mengirimkan pesan padahal satelit sudah sedemikian canggihnya. Bentuk seperti ini sama saja mengajarkan peserta didik menggunakan kentongan bambu sebagai sarana menyampaikan peringatan akan datangnya suatu hal yang membayakan padahal dijepang sudah ditemukan sistem peringatan dini bencana yang telah terintgrasi dengan seluruh negara dan dapat menyampaikan informasi bahaya dengan cepatnya.
Sejak tahun 2011 kita telah mewacanakan pendidikan karakter budi pekerti, kemudian wacana itu diimplementasikan dalam kurikulum 2013 yang akhirnya ditarik kembali oleh mentri pendidikan yang baru. Kalau kita hubungkan dengan pendidikan karakter menusia modren yang berakal dan berbudi pekerti mana yang mau menggunakan tas dari bahan karung beras, orang berkarakter mana yang mau memakai kalung permen dilehernya. Aneh bin ajaib.
Sebagian mereka mengatakan bahwa mos itu untuk mengajarkan siswa baru bahwa menuntut llmu itu sulit sehingga butuh perjuangan maka dibentuklah mos sedemikian rupa untuk memperkuat mentalnya, maka saya katakan filosofi dari masa seperti itu? kesulitan bukan untuk dipertontonkan didepan umum ditertawakan, kesulitan itu harus disembunyikan dan dijadikan lecutan untuk keberhasilan.antarafoto-Masa-Orientasi-Siswa-160712
Sampai titik ini saya tidak menyalahkan siapa-siapa, saya tidak menyalahkan siswa apalagi menyalahkan guru. Saya pahami keadaan guru di negara Indonesia saat ini. tapi saya berharap guru harus cerdas dalam membimbing muridnya, harus mampu menciptakan inovasi dan pembaruan dalam belajar mengajar. Mengikuti dan bersiap dengan segala kemajuan dalam perkembangan kebudayaan. guru harus up to date tidak bisa terus menerus menggunakan metode lama yang telah usang dalam belajar mengajar.

kalau saya boleh memberi ide, dari pada membuat peserta MOS menjadi orang tolol lebih baik mereka kita minta untuk memilih satu tokoh pahlawan nasional, misalnya salah seorang diantara mereka memilih Bung Karno, maka dia mengikuti MOS dengan gaya Soekarno memakai jas dan peci hitam. setiap peserta diwajibkan untuk mengenal dengan benar tokoh yang dia perankan. jadi ketika ia bertemu dengan guru dan seniornya dia wajib memperkenalkan dirinya, misalnya ” saya Soekarno presiden pertama indonesia, murid HOS Cokroaminoto dan seterusnya”. saya kira ide ini tidak sulit dan bisa memberikan wawasan kebangsaan pada peserta didik, memberikan pendidikan karakter sebagai pahlawan bangsa, meberikan kesan yang tidak akan terlupakan dan lebih manusiawi.

Painan.11/6/15

*Penulis merupakan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam

ilustrasi gambar http://v-images2.antarafoto.com/g-pr/1342431076/masa-orientasi-siswa-76.jpg

Iklan

Roda-Roda Gila

Standar

Syafak merah perlahan mulai menghilang diufuk barat, mengikuti gerak jamaah magrib dimesjid – mesjid. Satu persatu kerlip bintang mulai muncul membentuk rasinya sebagai penunjuk arah bagi pelaut, malam yang cerah pertanda akan datangnya rizki yang baik bagi mereka. Mesin diesel untuk penggerak generator mulai meraung lampu – lampu yang berwarna warni mulai bercahaya dan bianglala yang jangkung besar mulai berputar.

DSC_0130 copy

Tidak berapa lama setelah salat magrib usai dimesjid, beberapa pengunjung mulai berdatangan, diloket penjualan tiket pengunjung mulai antri satu persatu. setelah membayar tiket seharga lima ribu rupiah, pengunjung menaiki arena pertunjukan berbentuk seperti tong air yang besar kira – kira berdiameter 10m, dibagian luar tong raksasa tadi ada gambar dua motor yang gahar dengan sebuah tulisan yang mencolok “roda – roda gila”

Didalam arena ada dua motor berspesifikasi mesin 2 tak yang tak berusia muda lagi, sebelum pertunjukan dimulai seorang teknisi mengecek mesin motor setelah itu masuk dua orang pemain atraksi lansung menghidupkan motor yang telah siap untuk digunakan. Motor 2 tak tanpa knalpot meraung memekak telinga, setelah pengunjung telah penuh mengelilingi arena dua pengendara motor memulai aksinya, dua motor tadi berputar melawan gaya grafitasi mengikuti gaya sentrifugal berjalan didinding tong rasasa seperti kelareng yang diputar didalam mangkok bisa berjalan dibawah mangkok dan naik sampai mendekati bibir mangkok yang paling atas.
Menambah semarak pertunjukan salah seorang pengendara melepaskan dua tangannya sehingga motor berjalan tanpa kendali, seorang lainnya menyambar uang yang disodorkan penonton yang sebenarnya sangat berbahaya. Setelah sepuluh menit berputar-putar mengelilingi dinding tong raksasa dua motor tadi mulai melambat dan mulai turun kedasar tong yang berarti menandakan pertunjukan berakhir, tanpa tepuk tangan satu persatu penonton turun meninggalkan arena.

DSC_0173 copy

***

Dalam sebuah talkshow diTv ada seorang incumben calon anggota legislatif yang kemungkinan gagal untuk kembali menduduki kursi DPRRI berbicara tentang masifnya kecurangan dan politk uang dalam pileg tahun 2014 yang baru saja berlangsung, caleg tersebut mengeluhkan bahwa kegagalannya dalam pileg karena lawannya menggunakan politik uang dan dia mengungkapkan bahwa sifat pemilih saat ini prakmatis memilih anggota legislatif bukan karena prestasi, kapabilitas dan kualitas sicalon, tapi karena jumlah uang yang berani diberikan oleh caleg yang bertarung dalam pileg.

Sebenarnya caleg incumben tersebut tidak asing buat saya sebab dia maju dari daerah pemilihan dimana saya tinggal saat ini, bahkan beberapa bulan sebelum pileg saya pernah menghadiri kegiatan yang dia adakan oleh caleg tersebut dalam rangka menampung aspirasi masyarakat didaerah pemilihan pada masa reses. Ketika caleg tersebut berbicara mengenai masifnya politik uang pada pileg baru saja berlangsung saya dalam hati saya tersenyum sebab setelah kegiatan menampung aspirasi yang dilakukan caleg tersebut selesai dia membagikan amplop berisi uang seratus ribu rupiah beserta sembako dan kaos bergambar caleg tersebut kepada seluruh peserta yang hadir. Walaupun caleg tersebut mengatakan bahwa uang yang dia bagikan hanya uang transport tapi masyarakat juga faham dengan uang itu sicaleg berharap masyarakat memilih dia.

Didalam sebuah talksow lain ada seorang incumbem yang juga kecewa dengan pileg kali ini, dia merasa dicurangi tidak saja oleh lawan beda partai bahkan oleh teman separtainya. Dalam talkshow tersebut dia membeberkan bagaimana proses kecurangan ini terjadi dan bagaimana masifnya politik uang yang terjadi dalam pileg. Dan kembali lagi saya tersenyum kecut ketika dengan lugunya sicaleg mengatakan dia menghabiskan dana 1,5 milyar selama kampanye. Ketika itu saya coba menerka dan berfikir mungkinkah 1,5 milyar hanya untuk biaya transportasi?

***

Ketika penonton mulai turun satu – persatu saya melihat kebagian bawah tong raksasa, beberapa kru atraksi memasuki tong raksasa tersebut, kemudian saya rogoh isi kantong dan saya lempar selembar uang yang mungkin tidak seberapa. Saya melempar uang bukan karena sombong atau saya punya uang lebih tapi pertama, menurut saya tiket lima ribu rupiah terlalu murah buat resiko dari atraksi yang mereka lakukan. Kedua, saya ingin memberikan penghargaan kepada mereka yang bekerja dengan cara yang jujur bukan bekerja mengumpulkan harta dengan cara curang (korupsi).

DSC_0121

Menurut saya penghargaan buat mereka itu penting, saya merasa tidak enak hati ketika ada penonton yang menyodorkan uang ketika pertunjukan berlangsung walaupun menambah seru atraksi dan semakin memacu adrenalin bagi saya itu sangat berbahaya sekali. Kadang saya heran dengan masyarakat bawah, seharusnya kita sesama akar rumput harus saling mendukung, saling menghormati dan saling menjaga. ketika ada penonton yang menyodorkan uang untuk disambar oleh pemain atraksi roda-roda gila saya merasa masyarakat lebih suka kalau yang sesamanya terluka dan menderita. Sebaliknya masyarakat kita tidak tega kalau ada pejabat yang terang-terang divonis korupsi untuk dihukum pancung.

***

Berbicara tentang harga-menghargai saya teringat kepada caleg incumben yang gagal tadi. Ketika sicaleg datang kedaerah pemilihan masyarakat memberi penghargaan yang besar kepada caleg tersebut, menyambut dengan baik dan menyampaikan permasalahan yang terjadi dimasyarakat daerah dengan sopan walaupun setelah sicaleg pulang masyarakat mencaci maki caleg tersebut sebab setelah empat tahun duduk diDPRRI baru mengunjungi daerah pemilihannya ketika mendekati pemilu.

Saya juga teringat –masih tentang penghargaan- ketika bersama teman kongkow diwarung kopi, ketika itu datang sebuah mobil yang relatif mahal dikendarai seorang oknum polisi, ketika polisi tadi datang teman saya membisikkan polisi tadi suka memalak pengendara yang tidak melengkapi syarat berkendara dipinggir jalan. Tapi diwarung kopi tadi saya melihat oknum tadi sangat dihormati dilayani dan dituankan.

Saya melihat masyarakat kita tampak aneh, kita tidak pernah menghargai orang yang berjuanga untuk hidup dengan cara yang baik, terkadang kita justru mencemoohnya. Pada sisi yang yang berbeda kita menyanjung dan memuji orang yang kita tahu, kita kenal selalu melakukan kecurangan untuk memperkaya diri. Seharusnya masyarakat harus memberi sangsi sosial kepada orang yang melakukan kecurangan, dijauhin dan asingkan agar dia sadar dengan kesalahannya. Seandainya masyarakat kita mau melakukan hal demikian saya kira perlahan budaya korupsi akan hilang.

Pada awalnya saya tidak tahu kemana ujung tulisan ini, ketika terbayang pemain akrobat roda-roda gila dan caleg yang gagal timbul pertanyaan dikepala saya “atas dasar apa masyarakat kita saling menghargai?” dan satu jawaban yang saya takutkan dari pertanyaan diatas adalah “uang, pangkat dan jabatan” semoga saja tidak.
Painan, 4 mei 2014 15:30.

parlemen kita

Standar

gedung-dpr-mpr

Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan mengikuti seminar yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) tema seminar itu lebih kurang untuk menjadi pemilih cerdas utuk pemilu 2014 mendatang.

Ada satu hal yang saya tangkap dari seminar ini, yaitu adanya kegalauan dikalangan KPU dan lembaga – lembaga terkait yang berkonsentrasi dengan pemilu mendatang terhadap antusiasme pemillih terhadap pemilu yang beberapa tahun lagi akan kita langsungkan, yang dikawatirkan KPU adalah besarnya persentase pemilih yang mengambil sikap golput. Hal ini tampak dari persentase pemilih golput yang semakin meningkat sejak pemilu tahun 1999 silam.

Ketika pemilih golput itu tinggi maka kualitas demokrasi kita akan dipertanyaan, terlepas dari itu hal ini bisa mengakibatkan dukungan rakyat terhadap pemerintahan kecil dimana dampaknya adalah kebijakan pemerintah tidak dapat berjalan maksimal. Dimana setiap kebijaka pemerintah pasti membutuhkan dukungan rakyat jika pemilu saya masyarakat sudah anti pati bagaimana lagi dengan kebijakan – kebijakan yang terkadang menyinggung kehidupan masyarakat.

Lantas pertanyaan selanjutanya adalah apa penyebab kecewanya masyarakat sehingga tidak antusias dalam menyalurkan suaranya dalam pemilu? Dari pertanyaan inilah saya ingin mejawab judul tulisan ini yaitu membangun parlemen kita.

Jawab utama kenapa pemilu kita tampak membosankan paling tidak karena calon anggota perlemen atau caleg yang tidak yang layak dan pantas dipilih namun diajukan oleh partai politik untuk dipilih. walaupun jawaban ini hanya merupakan asumsi, saya kira ini asumsi yang juga dirasakan dan dijadikan alasan oleh mereka yang golput.
Anggota parlemen yang selalu menontonkan lawak politik dengan gaya badutnya membuat masyarakat menjadi muak untuk memilih mereka sementara pertai politik sebagai wadah penyedia calon yang dipilih tidak bisa memberikan calon yang baik akhirnya ini menjadi klop jadilah masyarakat memilih golput.

Kalau begitu siapa yang harus disalahkan? Saya kira yang harus bertanggung jawab terhadap hal ini adalah partai politik. Sebab partai politiklah yang menjadi satu – satunya wadah yang menyediakan anggota – anggota parlemen ini. oleh karena itu saya kira KPU, Pemerintah dan lembaga terkait harus bisa memdorong partai politik dengan membuat suatu sistem yang bisa mendorong partai politik untuk membuat seleksi ketat terhadap calon anggota legislatif yang akan dipilih rakyat dalam pemilu.

Sebenarnya kalau kita lihat sejarah awal kemerdekaan mereka yang duduk diparlemen bukanlah orang sembarangan. Paling tidak mereka adalah orang yang penuh dengan gagasan dan gerakan yang langsung terasa bagi rakyat. Pada awal kemerdekaan mereka yang duduk diparlemen adalah penulis, rata – rata memiliki surat kabar paling tidak mempunyai karya ilmiah yang bisa dijangkau masyarakat. Kemudian meraka yang sudah lama terjun dimasyarakat dalam bentuk pergerakan bukan seperti saat ini diajukan hanya karena memiliki dana dan keluarga besar.

Oleh karena itu saya fikir kita harus selamatkan perlemen kita, sedikit ingin menuangkan fikiran saya kira ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menyeleksi para caleg yang akan bertarung dipemilu diantaranya:

Pertama Kita harus mensyaratkan partai politik untuk mengajukan caleg telah memliliki karya ilmiah dalam bentuk buku atau minimal pernah diterbitkan surat kabar. Saya kira para caleg ini adalah mereka yang mewakili rakyat diparlemen. Tugas ini mengharuskan mereka untuk mempunyai gagasan dengan mereka pernah menulis artinya mereka memiliki gagasa – gagasan tersebut dan bisa mempertanggung jawabkannya. Saya kira kita sepakat kita tidak menginginkan wakil – wakil kita bahasa Indonesianya belepotan saya fikir ini syarat ini bisa menjadi salah satu solusi untuk menutup peluang bagi calon – calon yang tidak kompeten untuk maju menjadi caleg.

Kedua kampus sekolah tinggi dan univesitastidak boleh menjadi daerah netral justru kampus harus menyediakan mimbar bebas untuk para caleg menyampaikan visi misi dan gagasan mereka dan fihak kampus dosen dan mahasiswa menjadi pendengar yang boleh mengkritisi menyela dan menolak argumen mereka ketika mereka mampu mngehadapi intelektual dikampus artinya gagasan mereka dan sikap mereka telah teruji. Dengan diadakan mimbar bebas caleg – caleg ini tidak lagi berkampanye disurau atau mushala dihadapan ibu – ibu pengajian. Tahu apa ibu – ibu pengajaian tentang politik.

Ketiga mereka yang maju menjadi caleg harus telah menjadi anggota partai politik selama lima tahun, artinya mereka sudah melewati jenjang organisasi atau kepartaian.tidak bisa tiba – tiba langsung menjadi caleg. Tidak bisa orang yang baru pensiun dari kedinasan langsung jadi caleg mereka harus ditempah dulu dimasyarakat bagaimana membangun jaringan kader. Salah satu keburukan parlemen kita saat ini karena diisi oleh para pensiunan dan purnawirawan yand seharusnya mereka sudah harus beristirahat. Mereka yang seperti seharusnya tidak perlu lagi bertarung dalam urusan perpolitikan karena gerakan tubuhnya saja sudah melambat.

Inilah tiga hal yang mungkin bisa kita laksanakan agar parlemen kita diisi oleh orang – orang yang berkopeten masih segar mempunyai visi dan gagasan yang jelas serta bisa diterima masyarakat.

gedung-dpr-mpr

Tanks Black Persahabatannya

Standar

Setelah lebih dari setahun berteman akhirnya kita harus berpisah.

Kebutuhan akan kendaraan untuk menempuh mobilitas kegiatan, mendorong otak untuk memilih motor yang sesuai dengan kanntong, kebutuhan dan usia muda.

Rasa hati sebenarnya ingin membungkus Honda Grand untuk dibawa pulang. tapi orang tua tidak mengizinkan karena usia motor Honda Grand terlalu lawas dan mengusulkan membeli Honda Supra. tapi hati gak sesuai karena honda supra banyak dipakai orang tua terutama ibu – ibu.

teringat masa SMP ditahun 2000an ada satu motor yang digdaya ditengah anak muda walaupun waktu lama telah lama berputar saya fikir kedigdayaan itu belum pudar akhirnya terbungkuslah Yamaha F1ZR hitam tahun 2000 awal.

motor lawas berbody sporty yang melegenda buat anak – anak muda ditahun 2000an. mengusung mesin 2tak jelas motor ini biang keributan dengan asap yang mengalahkan mesin foging. namun untuk kecepatan jangan dilawan semakin didepan.

DSC_0206

jujur motor yang kuberi nama Black ini luar biasa tangguhnya. setahun lebih menemani perjalanan untuk kuliah, hobi untuk belusukan mencari lokasi hunting photografi yang tekadang lokasinya medannya luar biasa sulitnya, motor ini tidak pernah rewel asal oli samping dan bahan bakarnya terisi motor ini bandel luar biasa.

namun usia mesin dan body tetap tidak bisa dilawan, beberapa sparepart sudah minta diganti beberapa baut sudah longgar membuat malam susah tidur untuk menimbang motor ini tetap dipertahankan dengan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit atau dilepas lagi dengan harga dibawah harga beli karena motor 2tak harga jualnya cendrung turun.

f1zr

dengan izin orang tua dan sebuah janji untuk diberi tunggagan pengganti akhirnya black dilepas kepembeli.
diakhiri dengan jabat tangan dan rasa sedih dan terima kasih buat BLACK. jasamu luar biasa.

Balap Anjing

Standar

ketika foto perlombaan ini saya posting difacebook, ada yang bertanya pada saya “balap anjing ini budaya atau sekedar lomba biasa?” namun sampai saat ini saya belum dapat jawaban pasti. saya caba tanya kepada orang minang asli jawabannya tidak sama, ada yang jawab lomba biasa ada yang jawab budaya.

tapi biarlah budaya atau bukan, balapan ini bagi saya unik sekali. kalau balap sapi karapan kita sudah biasa melihatnya. tapi dibalik keunikannya balap ini menyimpan satu hal yang buat saya tidak nyaman yaitu penyiksaan pada binatang.

berbekal informasi dari teman, saya meluncur ke kampung sago 70Km dari kota padang. sehabis Shalat Asar disebuah mesjid saya tiba disebuah lapangan yang telah ramai dengan penonton. ditengah lapangan sudah terpancang tiang-tiang dengan tali sebagai lintasan balapnya.

DSC_1343

Tak lama kemudian, panitia membuka pendaftaran peserta lomba. setelah pendaftar sudah mencukupi panitia memulai lomba. dengan satu juri digaris start dan satu juri digaris finis.

pada dasarnya anjing yang mengkuti lomba ini adalah anjing pemburu babi. berbeda dengan karavan sapi memacu anjing – anjing yang berlomba bukan dengan pukulan tapi dipancing untuk mengejar anak babi hutan yang sudah disiapkan digaris finis.

DSC_1338

DSC_1389

semakin sore penonton semakin riuh mendukung jagoannya. terkadang terjadi hal yang membuat penonton tertawa karena anjing sudah berlari mengejar anak babi digaris finis sebelum aba – aba balapan dimulai….

balap anjing

balap anjing2

Buku, Membaca dan Pendidikan Kita

Standar

Refleksi hari buku.

Buku-buku
Sedikit menyumbangkan pemikiran untuk memperingati book days (hari buku), dengan susah payah dan dengan terpaksa harus memeras otak yang tumpul untuk menulis.setelah susah payah lahirnya secuil tulisan, semoga ada manfaat aja deh.

Semua setuju bahwa buku adalah jendela dunia . kalau aku fikir, buku adalah dunia yang diperkecil atau model dari dunia yang diperkecil supaya manusia dapat dengan mudah mempelajari tiap sudut dunia yang luas. Sebuah buku hanya akan berisi simbol – simbol kosong yang tidak memiliki arti jika tidak dibaca, artinya buku dan membaca memililki hubungan yang yang tidak dapat dipisahkan dan hubungan ini akan bermuara kepada pendidikan.

Melihat hubungan ini aku mencoba mensurvey beberapa teman dikelas, aku ambil sampel beberapa teman yang IPKnya lumanyan tinggi(macam betol ajalah). Sedikit mengejutkan ternyata beberapa teman yang IPKnya tinggi bukan orang yang suka membaca, (pasti kaget kok IPKnya bisa tinggi?) ketika aku tanya apa yang mereka baca? mereka jawab mereka membaca buku ketika akan ujian. (Sebenarnya itu juga membaca sih)

Sebagai orang yang mecintai ilmu sejarah (boleh percaya boleh gak) aku pernah membaca bahwa para siswa dimasa penjajahan belanda diwajibkan membaca 25 judul buku sastra (kalo gak salah inget). bahkan chairil Anwar yang Cuma lulusan SMP membaca buku – buku karangan pujangga TS Eliot, yang lebih hebat lagi Hamka yang cuma belajar formal sampai kelas 2 SD membaca buku – buku karangan Leo Tolstoy sastrawan Rusia yang mendunia. tak heran kalau pada masa itu kita memiliki pemuda – pemuda yang menjadi pionir perubahan ( bahasa kerennya the agen of change), dan hal itu wajar karena mereka membaca bukan sekedar untuk menjawab soal ujian tetapi bagai mana manjawab persoalan zaman.

Terkadang terfikir juga mengapa terjadi pergeseran nilai membaca seperti ini, membaca hanya menjadi alat untuk mendapatkan nilai ujian. Membaca tidak menjadi alat untuk meluaskan wawasan dan informasi padahal dalam filosofis pendidikan sendiri , nilai sekolah (baik ujian semester, uts atau un) bukan sebuah tujuan yang harus dicapai. Tetapi bagaimana bisa merubah watak, prilaku dan pengetahuan seseorang. Selanjutanya Mari kita fikirkan bersama kenapa hal ini bisa terjadi.

Saya fikir (sekedar asumsi) pemerintah memiliki andil alam pergeseran nilai membaca. Buku, membaca dan pendidikan satu hal yang tidak dapat dipisahkan, dan kebijakan pendidikan ada ditangan pemerintah. Kebijakan yang salah akan menghasilakan proses dan hasil yang cacat inilah yang terjadi saat ini. Pendidikan tidak lagi memenuhi filosofis pendidikan itu sendiri. Kemudian tidak adanya perhatian pemerintah terhadap percetakan, dimasa pergerakan ditiap kota besar tidak haya jakarta dimedan, surabaya, semarang ada percetakan besar untuk mencetak buku dan surat kabar untuk saat ini semua terpusat dijakarta (bisa dilihat ketika mencetak soal UN semuanya di jakarta).

Dan yang terakhir produktifitas penulis, ketika masa pergerakan dan awal kemerdekaan kita bisa meliahat bagaimana produktifitas yang tinggi dari sarjana – sarjana kita. Perbedaan pendapat dan silang polemik mereka hidangkan dalam mimbar perdebatan yang disebut buku. Seperti polemik roman yang dikarang Hamka “tenggelamnnya kapal vanderwijk” kemudian polemik tentang Tuanku Rao, perdebatan ini memberi andil betapa buku dan membaca begitu tinggi nilainya dimasa itu. Dan muaranya adalah pendidikan yang bermutu.

Karena sudah lelah meras otaknya saya sudahin sampai sini. Saya kasih kesimpulan buku, membaca dan pendidikan tidak dapat dipisahkan. Semoga ada yang tidak setuju dengan apa yang saya fikirkan mari kita debatkan perbadaan pendapat kita lewat tulisan!!! Dan selamat hari buku…

MACAN LAGI TIDUR, TIMNAS INDONESIA

Standar

Mencoba menulis sedikit dikala mata masih berat dipagi hari di tangal pertama dua ribu tiga belas. sebenarnya tidak ikut merayakan pergantian tahun sih, aku tidur jam 23.00 setelah rasa kantuk menguasai seluruh tubuhku. Karena ada sedikit gairah untuk memencet tombol – tombol laptop, ku biarkan saja jari ini menari menyusun kalimat demi kalimat yang terlintas dikepalaku.2025534-jack-brown-620X310

Ada satu berita menarik di harian kompas on line, seorang bocah berusia sebelas tahun bernama jack alan brown sukses menyabet gelar “The World Final Skill Test 2012 MU Socc er School” sebagai siswa terbaik di Akademi Setan Merah tersebut. Yang ajibnya ni anak ketika ditanya sir Alex Ferguson berasal dari mana dengan polos dia menjawab “dari Indonesia”, Ajib gak tuh? Padahal tu anak gak tulen – tulen banget Indonesianya. Padahal ane yang tulen Indonesia aja malu jadi orang Indonesia (puisi Taufik Ismail). seandainya ane keluarnegri ya (seandainya lo…),kalo ada orang bule yang nanya “mas berasal dari mana?” ane bakal jawab “dari bali atau asia sekalian”. Maklumlah jadi orang indonesia gak ada yang bisa dibanggain.

Oke kembali ke lap top (kata tukul) kembali ke artikel kompas, artikel tentang Jack Alan di posting tanggal 31 desember 2012 jam 22.31 artinya tu artikel da berusia satu tahun hehehe. Telah dikomentari 39 pembaca. Ada yang menarik disalah satu komentar pembaca tersebut, “Kalo bermain untuk tim nas indonesia hanya akan menjadi pecundang. Jika cita-2mu menj pemain yang hebat tetaplah membela tim Eropa. Tetapi jika cita-2mu menjadi koruptor……baru ke Indonesia”. Melihat keaadaan tim Nasional dan PSSI saat ini ane bisa fahami komentar ini, tim Nas yang selalu babak belur, PSSI yang tak pernah akur sesama pengurus sudah pasti kitapun mengatakan jangan bermain untuk indonesia.

Namun kita juga harus melihat kebelakang, walau saat ini selalu babak belur ternyata Tim Nas Indonesia pernah mendapat julukan macan Asia. Dengan rekor – rekor yang cukup menawan dilevel dunia, sempat lolos di olimpiade melbourne tahun 1956 pernah mengalahkan cina dalam kualifikasi piala dunia 1958 dan sempat mengalahkan dalam laga persahabatan Uruguai.

Ane kira permasalahan saat ini macan lagi tidur nyenyak jadi gak pernah mengaum lagi, melihat jack alan brown ane seperti melihat ada harapan macan asia akan bangkit kembali. Terlebih dilevel usia 12 tahun timnas belia mampu mengalahkan tim eropa artinya ada secarcah harapan untuk tim nas indonesia kedepannya.

Sekarang tinggal bagai mana sikap kita, karena masa depan sepak bola kita adalah masalah bersama. Kalau jadi suprter jadi suporter yang dewasa bukan suporter yang membuat keruh suasana. Sebesar apapun badai pasti akan berakhir seburuk apapun keadaan PSSI saat ini pasti akan berakhir pula.

kau jaga tubuhmu kujaga mataku

Standar

Sebagai makluk yang lahir sebagai laki – laki, cukup miris juga mendengar banyaknya berita pemerkosaan yang terjadi belakangan ini. Tidak saja di Indonesia diluar negri juga seperti itu, yang santer belakangan terdengar pemrkosaan yang terjadi didalam bis kota terhadap seorang gadis di India yang berujung kematian gadis itu.

Kejadian buruk ini banyak terjadi setelah menonton film porno atau  dalam bahasa pasarannya bokep (sori lupa bokep pake p apa bokeb pake b), dan harus diakui siapapun akan terangsang setelah nonton film haram tersebut yang ujung – ujungnya mencari pelampiasan syukur – syukur ada istri kalau tidak ini yang menyakitkan. ada yang menarik tentang film bokep ini (bukan karena gaya atau permainannya).  ada temen yang mengatakan “gak perlu susah – susah nyari film bokep ngedownload atau beli cdnya”  (untuk ngedownload juga gak bisa ada program nawala dari menkoinfo).  Kata temen tersebut “hampir tiap hari kok kita disuguhi  tayangan langsung perangsang sahwat”. Ketika itu saya dan teman – teman lain penasaran kok bisa? Waktu itu saya tanya sama teman saya tersebut, “apa yang dia maksud tayangan sinetron ditv?” Kata teman saya “itu bukan tayangan langsung bung”. Setelah lama saya dan teman yang lain berfikir akhirnya temen tadi mejelaskan  apa yag dia maksud sebagai tayangan langsung perangsang sahwat. Dia bilang “sejak tadi kita nongkrong disini terangsang tidak sih, melihat pemandangan aduhai dari cewek – cewek yang lewat bawa motor dengan celana pendek dan baju ketat?” (ketika itu kita lagi memang nongkrong dipingggir jalan) Sambil tertawa terbahak seorang temen mengatakan “dasar  otak mesum” dan teman itu juga gak terima dibilang otak mesum, dia laki – laki normal punya napsu dan syahwat.

 Jujur sebagai laki – laki tulen saya juga terangsang dengan pemandangan yang biasa saya saksikan. Dan saya fikir tidak adil kalau setiap kejadian pemerkosaan yang disalahkan adalah laki – laki. Tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api, dan tidak mungkin ada bau kalau tidak ada bangkai. perempuan lupa bahwa apa yang terjadi akibat dari sikap mereka sendiri, ketelanjangan mereka sendiri. Kalau tidak ingin diperkosa ya jangan memancing, tidak semua laki – laki bisa mengontrol syahwatnya, dan itu alamiah.  

Perempuan selalu mengatakan laki – lakilah harus menjaga matanya karena perempuan punya hak untuk memekai pakaian minim. Kalau begitu saya fikir laki – laki juga punya hak untuk membuka matanya, bukan begitu?Gambar

Kesimpulannya kita buat resolusi biar adil, “kau jaga tubuhmu ku jaga mataku” dan saya kira ini impas cukup adil.

Memoar Seorang Pemuda

Standar

Aku salah seorang yang mempunyai kebiasaan aneh, aku suka membaca kertas – kertas yang berserakan. Kemarin aku menemukan selembar  kertas yang aku tak tahu siapa yang punya. Isinya cukup unik tentang kegundahan terhadap dirinya dan negaranya. Sipenulis tampaknya sedang mencari makna hidupnya, pencarian sebuah tujuan hidup,aslinya tulisan ini tidak berjudul untuk memudahkannya kuberi judul    “MEMOAR SEORANG PEMUDA” berikut kusalin catatan tersebut:

“Memikirkan hidup jadi pusing untuk apa semua ini, emang hidup Cuma untuk canda apa??? Bagaimana bisa hidup ini menjadi sia – sia.

Kukira sikap berlebihan sama dunia Cuma merusak mental, jiwa mudaku kayak gak bertenaga. harusnya bisa bersikap prihatin, soalnya bisa menumbuhkan kecintaan terhadap orang susah, gak egois, bisa peka dengan keadaan masyarakat.

Kalau begini baru pemuda sejati, bukan Cuma dugem, tauran,kongkow tapi bisa berfikir untuk membangun. Kalau dari mudanya aja udah gak peka, bagaimana ketika jadi pemimpin. wah bisa gawat , seandainya gunung Bromo seluruhnya emas abis sebentar aja. Bukan dibagi untuk seluruh rakyat, tapi untuk dimakan sendiri.

Mikir –mikir tentang watak, bangsa ini sudah punya watak korupsi sejak jaman dahulu kala, kala sekali bahkan. Lihat aja perang diponegoro, mang yang berhianat jadi penjilatnya VOC siapa??? Ya sipendek berkulit sawo mateng alias orang Indonesia sendiri. Menjual bangsa sendiri untuk kekayaan pribadi. Dipikir gak usah dimaki, toh mereka udah binasa dimakan cacing.

Nah, sekarang tinggal generasi kita, kemana kita akan melangkah??? siapa yang harus kita contoh??? Pejuang apa penjual Negara???  Lantas apa yang harus kita lakukan???kufikir kita harus memperbaiki sejarah dan sekarang adalah saatnya”

Seperti yang kukatakan sebelumnya tulisan ini cukup unik, ternyata masih ada pemuda Indonesia. Karna kukira kata pemuda indonesia Cuma sekedar sejarah, yang aku baca pemuda itu mempunyai semangat sama seperti tulisan diatas, bukan kayak banci jago dandan segala merek baju ada segala parfum punya. Tapi punya otak yang benar – benar dipakai berfikir. Punya jiwa bukan seperti binatang yang egois tidak perduli dengan sesama.

seorang pemuda harus seperti Muhammad Natsir, safruddin prawira Negara, bung tomo, M. Assaat hidup untuk membangun peradaban member i bahagia  buat sesama. Mereka adalah contoh teladan seorang pemuda, jauh dari sikap cinta dunia mereka adalah pemuda sejati pejuang pilih tanding.