Tarbiyah Islamiyah Bagi Anak

Standar

Anak merupakan anugrah yang Allah titipkan kepada kita, sebuah titipan yang harus kita jaga dan lindungi sebab akan kita pertanggung jawabkan di hari akhir kelak. Selain menjaga unsur jasmaninya kita wajib pula menjaga unsur rohaninya dan membentuknya menjadi generasi rabbani yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.

Ibnul Qayyim Jauziah menetapkan salah satu syarat yang harus ditempuh seseorang untuk mencapai derajat hamba rabbani adalah dengan sungguh-sungguh dalam mencari hidayah dan ilmu agama yang benar yang bisa memberikan kemenangan kebahagiaan didalam kehidupannya. Pandangan Ibnul Qayyim diatas memberikan gambaran bagi kita bahwasanya pendidikan merupakan unsur terpenting dalam usaha membentuk generasi rabbani, didalam Islam pendidikan atau tarbiyah haruslah dimulai dari sejak dini bahkan sebelum bayi itu dilahirkan.

Dalam islam pendidikan terhadap anak harus dimulai sejak awal sekali yaitu sejak memilih ayah dan ibunya, seorang lelaki yang ingin menikah hendaklah iya mencari wanita yang baik agamanya bukan sekedar melihat aspek dunia kecantikan, kekayaan dan ketinggian bangsanya. Sebagaimana Rasulullah bersabda “Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari-Muslim)  hadis nabi ini mengisyaratkan bahwa wanita yang terbaik adalah wanita yang baik agamanya. Begitu juga seorang wanita haruslah menerima pinangan lelaki yang baik dari segi agamanya, aqidahnya, ibadahnya dan akhlaknya. Sebagai mana didalam hadis disebutkan “Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. Tirmidzi).

Tahap selanjutnya dalam mendidik seorang anak adalah ketika berada dalam kandungan, penelitian medis menyatakan bahwa bayi diatas usia tiga bulan indranya sudah mulai berfungsi dan bisa merasakan lingkungannya maka dari sini kita sudah harus memulai untuk memperdengarkan hal-hal yang baik kepadanya seperti lantunan Al-Qur’an dan kajian keIslaman sebab pengalaman yang dirasakan oleh ibu akan dirasakan pula bagi bayi dalam kandungan, memberikan pengalaman yang baik pada ibu maka akan memberi dampak yang positif bagi perkembangan psikis bayi dalam kandungannya hal ini akan berdampak pula pada perkembangan anak selanjutnya.

Setelah bayi lahir maka tugas kita selaku orang tua dalam mendidik anak semakin berat terutama di era perkemangan teknologi yang sangat pesat saat ini, hal pertama yang harus diajarkan kepada anak adalah pelajaran  Aqidah Tauhid sebagai mana yang dipraktekkan Luqman yang kemud

foto-keakraban-anak-kecl-dengan-hewan-liar-6

Gambar diambil dari pulp.com

ian diabadikan didalam Al-Qur’an “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.” (QS. Lukman: 13). Pembelajaran Aqidah yang baik akan memberikan kesadaran yang utuh kepada seorang anak bahwasanya iya adalah makhluk yang mempunya kewajiban terhadap tuhannya, kesadaran ini akan membuat iya ikhlas dalam beribadah kepada Allah SWT dan senantiasa takut untuk melakukan hal-hal yang diharamkan oleh Allah SWT dimana muaranya adalah ketaqwaan.

Pelajaran selanjutnya yang harus kita berikan pada anak adalah praktek ibadah yaumiyah ibadah harian seperti Shalat, Puasa, Sedekah dan Sunnah-sunnah yang senantiasa Rasulullah peraktekkan. Diusia dimana anak sudah mulai meniru lingkungannya maka teladan dan contoh dari orang tua sangatlah penting oleh karena itu orang tua terutama ayah haruslah proaktif dalam memberi keteladanan dalam kehidupan sehari-hari sehingga si anak mencontoh yang baik pula dari orang tuanya baik itu dalam ibadah maupun muamalah sehari-hari.

Setelah memasuki usia sekolah orang tua orang tua harus selektif dalam memilih sekolah bagi anaknya, orang tua hendaklah memasukkan anaknya kedalam sekolah yang tidak hanya mengajarkan aspek duniawi tetapi juga aspek ukhrawi  kedua aspek ini sangat penting dalam perkembangan kehidupan manusia sebab manusia tidak hanya harus sukses didunia tetapi dia harus sukses diakhirat dan kesuksesan diakhirat merupakan kesuksesan abadi maka merugilah orang yang sukses didunia namun gagal diakhirat nanti.

Dan yang terakhir adalah memberikan lingkungan yang baik kepada anak kita, memperhatikan kegiatannya diluar rumah, memperhatikan siapa temannya dan tempat bermainnya. Lingkungan sangat berperan dalam membentuk kepribadian seorang anak jangan sampai kelalaian kita terhadap lingkungan anak menyebabkan apa yang telah kita ajarkan menjadi sia-sia sebab iya terpengaruh temannya yang buruk. Pada masa sekarang proteksi terhadap lingkungan anak kita sangat penting, orang tua harus proaktif dalam mendampingi perkembngan anaknya jangan biarkan anak kita dewasa tanpa pengawasan kita  namun didalam proteksi tersebut kita tetap tidak boleh mengekang kehidupannya dan cita-citanya tetapi memberi pandangan dan pengarahan kepada hal yang positif. (Padang 15/3/16)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s