Jangan Lebay! Al-Qur’an Langgam Jawa

Standar

Hampir 70 tahun negara ini merdeka sudah tujuh orang presiden yang memimpin negri ini, melihat panjangnya perjalanan sejarah negri ini sudah tidak layak lagi rasanya kita berbicara tentang primordial kasukuan dan kedaerahan. Ketika pendiri bangsa mendirikan negara ini mereka sepakat untuk membngan sebuah negara yang nasional yang tidak meninggikan satu golongan suku dan daerah manapun semua diikat dalam bingkai negara kesatuan republik Indonesia.

Kemarin secara tidak sengaja saya menonton pembacaan Al-Qur’an dengan langgam jawa melalui youtube dan sepertinya menjadi perdebatan diatara netizen dimedsos. Jujur saya mendengarnya bukan terenyuh justru saya tertawa buat saya yang bukan orang jawa pembacaan Al-Qur’an sangat lucu untuk didengar. Sebagai orang awam saya tidak bisa berkomentar tentang hukum membaca Al-Qur’an selain dari lahjah arab untuk hal ini lebih baik kita merujuk saja kepada alhi fatwa hukum Islam tentang bagaimana hukum membaca Al-Qur’an dengan langgam jawa. saya sendiri pernah belajar beberapa cara dalam membaca Al-Qur’an jika memang dikatakan demikian seperti bayati tapi saya tidak meneruskan belajar sampai saya mahir, saya berhenti karena saya anggap tidak ada gunanya saya teruskan karena suara saya tidak seindah suara ustad Muammar ZA apalagi Rhoma Irama.seandainya saya mahirpun pasti tidak enak untuk didengar. Terlepas dari itu saya yakin Allah SWT tuhan yang maha adil, saya yakin Allah tidak membalas pahala seseorang yang membaca Al-Qur’an bukan dari kemahiran dalam melagukan Al-Qur’an dan bagusnya suara seseorang dalam mambaca Al-Qur’an saya yakin pasti Allah membalas dari sejauh mana seseorang mampu menghayati dan mengamalkan Al-Qur’an itu sendiri.

kalau melihat Al-Qur’an secara keseluruhan saya melihat Al-Qur’an bukan saja mengajarkan nasionalisme tapi universalitas itu sebabnya sampai hari ini mushaf Al-Qur’an masih mempertahankan huruf Arab (Arabic letter) sebagai tulisannya walaupun telah diterjemahkan dalam bahasa lain. dan saya yakin universalitas Al-qur’an ini akan terus dipertahankan oleh ulama kita, karena Al-Qur’an diturunkan buat seluruh umat manusia, tidak hanya untuk bangsa arab apalagi jawa tapi untuk seluruh suku bangsa didunia

kembali lagi bicara nasionlisme, saya rasa kita harus berterima kasih pada Bung Karno, presiden pertama kita beliau adalah pemimpin nasional pemimpin yang bisa merangkul seluruh masayarat yang berbeda suku bangsa`untuk bergabung dalam bingkai NKRI.

Beliau orang jawa tulen, tetapi beliau berbicara menggunakan bahasa indonesia sebagai mana orang melayu melafalkannya, memang tidak bisa dilepaskan bahwa beliau pernah dibuang diasingkan Belanda dibeberapa lokasi dipulau sumatra dimana sebagian masyaraktnya melayu. Kalo melihat video pembacaan teks proklamasi dan pidato-pidato lainnya beliau hampir tidak pernah menyisipkan entri-entri bahasa jawa dalam pidato-pidatonya, nasional sekali sebagaimana sumpah pemuda yang mengatakan kita berbahsa satu bahasa Indonesia.

Dimasa permerintahan Soekarnopun pembangunan sudah dimulai dan banyak bangunan-bangunan yang beliau bangundan sekali lagi beliau sangat menghormati mereka yang diluar jawa, saya kira orang akan mencaci soekarno jika monas beliau beri nama monumen ken arok atau tunggul ametung, stadion gelora Bung Karno diberi nama gelora Joko Tingkir.

Sampai saat ini saya masih husnudzan dengan bapak Jokowi walaupun pada pilpres saya bukan dari kubu beliau saya yakin beliau memahami betul konsep nasionalisme yang digaungkan Bung Karno dan saya yakin spenuh hati tidak ada niat belaiu untuk menjawanisasi Indonesia. Dan kejadian pembacaan Al-Qur’an dengan langgam jawa saya yakin juga bukan kehendak beliau. Kalau saya boleh memberi keritikan saya ingin mengatakan protokuler negara jangan lebay! hanya karena presiden kita saat ini medok jawane semua yang ada didekat presiden dijawakan. Apalagi menjawakan Al-Qur’an yang telah memiliki ketentuan sendiri….Bisa Kualat sampean!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s