Tanpa Judul

Standar

Hujan, air kesunyian.
Gelap mendung dingin
Pepohonan yang basah
Gemericik air yang jatuh dari langit
Air mengalir sementara ayam menggigil disudut
Ranting yang bergoyang ditiup angin
Sementara kontrakan sunyi jauh dari cinta
Kubah mesjid hijau diujung jalan
Lalu hujan semakin deras
Disampingku ada buku sebagai teman
Ketika petir mengejutkan lamunan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s