Sinopsis Roman Anak Dan Kemenakan

Standar

anak kemenakan

Judul buku: Anak Kemenakan
Pengarang: Marah Rusli
Cetakan : keempat 208
Halaman: 332 hal
Penerbit : Balai Pustaka

Ketika mengakhiri novel ini tersimpul kesimpulan ini merupakan salah satu roman yang kisah didalamnya berakhir dengan happy anding. Sebab kalau dilihat beberapa roman klasik kebanyakan kisah didalamnya berakhir tragis, dimana dari awal telah mengisahkan kehidupan sepasang kekasih yan g hidup dirundung malang tiada berkesudahan seperti Roman Siti Nurbaya atau roman Tenggalamnya Kapal Vander Wijk.

Tidak jauh beda dengan karya Marah Rusli yang lain yaitu Roman Sitti Nurbaya. Roman ini juga berlatar kota padang dengan adat dan budaya Minangkabaunya, dan masih berisi keritik terhdap adat dan budaya kolot yang dipegang teguh oleh golongan tua dan mendukung keterbukan adat dan budaya yang dipraktekkan kaum muda.
Roman ini mengisahkan tentang Yatim, seorang pemuda padang anak dari Sutan Alamsyah Hopjaksa kota padang yang baru menyelesaikan studi doktoralnya dinegara belanda. pendidikannya yang tinggi membuat yatim disegani dan dibanggakan orang tuanya maka, telah sepakatlah orang tua Yatim yaitu Sutan Alamsyah untuk enikahkan yatim dengan Puti Bidasari kemenakannya yang juga dia rawat sejak kecil bersama Yatim dirumahya.

Ketinggian strata pendidikan yang dimiliki yatim membuat Baginda Mais seorang pengusaha sukses dikota padang menginginkan yatim untuk menjadi menantunya agar Yatim menikah dengan putrinya Puti Nurmala, baginda Mais berharap dengan bermantukan Yatim bisa mengangkat derajatnya semakin tinggi dikota padang dan dirinya semakin terpandang dikalangan pembesar kota padang. Namun ayah yatim tidak setuju karena mereka ingin menjodohkan yatim dengan Puti bidasari, dan sebenarnya Yatim sendiri tidak berkenan untuk menikahi Puti Nurmala anak Baginda Mais sebab Puti Nurmala sudah memiliki tambatan hati yaitu dr .Aziz.

Dari penolakan ini Baginda Mais bersiasat untuk menikahkan dahulu Puti bidasari dengan orang lain, agar Yatim tidak bisa menikah dengan Puti Bidasari, untuk itu dia mendatangi Putri Renosari dan Sutan Baheram yang merupakan orang tua dari Puti Bidasari. Putri Renosari kaget ketika mendengar bahwa putri mereka semata wayang akan ditunangkan oleh adiknya Sutan Alamsyah dengan Yatim. Putri Renosari yang mengetahui latar belakang yatim yang hanya anak angkat dari Sutan Alamsyah spontan menolak. latar belakang yatim dari rakyat jelata anak dari sais pedati walaupun strata pendidikannya tinggi tidak pantas bersanding dengan Puti Bidasari yang berasal dari bangsawan.

Untuk memuluskan rencana ini Baginda Mais mengusulkan agar Puti Renosari dan Sutan Baheram menikahkan Puti Bidasari dengan Sutan Malik yang merupakan kemenakan dari Sutan Pamenan yang juga tinggi derajat sukunya.
Sutan Pemenan sendiri termasuk golongan tua yang kuat memegang adat, kehidupannya tidak lepas dari kawin cerai, berjudi, menyabung ayam dan berdukun bersama sahabatnya yang juga pendekar yaitu Datuk Gampo Alam. Sutan Pamenan sangat memanjakan kemenakannya Sutan Malik melebihi anaknya sendiri, sebab menurut adat minang yang dipegang dan difahami oleh Sutan Pemenan kemenakan dibimbing anak dipangku.

Sutan Malik yang sangat dimanjakan oleh pamannya pada akhirnya menjadi masalah tersendiri pada Sutan Pemenan, pada hari raya idul firti Sutan malik membakar rumah tetangganya dengan mercon sebab Sutan Malik geram pada tetangganya yang mengalahkannya pada perang mercon. Pada kebakaran tersebut ada pula satu orang yang tewas.
Kebiasaan Sutan Pamenan yang suka kawin cerai mengikuti adat ketika itu yang mengatakan bahwa aib bagi seorang bangsawan memiliki satu istri juga turut menjadi masalah bagi Sutan Pamenan, dan hal ini merupakan salah satu yang menjadi keritik dari Marah Rusli dalam roman ini. suatu hari ketika perayaan hari raya Puti Nurmala berjalan – jalan kepasar melihat keramaian pasar pada hari raya ketika melewati satu tempat sabung ayam terlihatlah Puti Nurmala yang memakai banyak perhiasan Oleh mak uning salah satu parewa yang menjadi musuh dari Sutan Pamenan dan Datuk Gampo Alam.

Ketika mak uning kalah dalam perjuadian berniatlah ia untuk mencuri perhiasan Puti Nurmala untuk berjudi lagi namun naas bagi Mak uning dia tertangkap dan diajukan kepengadilan yang hakimnya adalah Yatim,Ketika dipengadilan terungkapalah bahwa mak uning merupakan anak dari Sutan Pamenan begitu juga Puti Nurmala hanya keduanya lain ibu.

Ketika hari pernikahan antara pasangan Yatim Puti Nurmala dan pasangan Sutan Malik dan Puti Bidasari semakin dekat maka mereka mencari siasat agar bisa membatalkan pernikahan tersebut. dr aziz yang mengetahui hal ikhwal terbakarnya rumah dari tetangga Sutan Pamenan merasa memiliki kartu truf untuk membatalkan pernikahan tersebut.
Tepat pada hari pernikahan ketika memplelai akan melaksanakan ijab kabul maka dr. Aziz datang kesana meminta Sutan Pamenan untuk membatalkan pernikahan tersebut atau dia akan membawa aziz kepengadilan dimana dipengadilan bisa saja Sutan Malik diputuskan bersalah dan dihukum gantung. Takut akan hal tersebut maka Sutan Pamenan membatalkan pernikahan tersebut.

Sesuai dengan perjanjian antara Sutan Alamsyah dan Baginda Mais jika pernikahan antara Sutan malik dan Puti Nurmala batal maka batal pula pernikahan Yatim dan Puti nurmala akhirnya untuk menghindarkan malu bagi Baginda Mais majulah dr.Aziz menggantikan Yatim.
Pada suatu hari datanglah sepasang bangsawan dari Indra Pura kekota padang yang ingin mencari keluarganya yang melarikan diri dari Indra Pura karena bersengketa masalah harta. Bangsawan itu bernama Sutan Ali Akbar sementara saudaranya yang dicari adalah Sutan Ali Rasyid.
Ketika Sutan Ali Akbar melihat cincin yang dipakai yatim, terkejutlah ia. Sebab cincin yang digunakan oleh yatim sama dengan yang dipakai olehnya. Maka heranlah Sutan Ali Akbar dan bertanya dari mana Yatim mendapatkan cincin itu. Maka diceritakanlah oleh Sutan Alamsyah bahwa Yatim bukanlah anaknya tapi anak angkat yan g dia pungut dari tukang pedati malim batuah.

Oleh karena itu dicarilah Malim Batuah sebab dialah yang tahu pasti bagaimana riwayat cincin yang bersama yatim. Dari cerita Malim Batuahlah terungkap jika Yatim merupakan cucu dari Sutan ali rasyid sebab ketika Sutan Ali Rasyid lari dari Indra Pura membawa seorang putri, ketiak sutan Ali Rasyid wafat putri tersebut dinikahi oleh Sutan Pamenan. Oleh karena itu sebenarnya Yatim adalah orang yang berbangsa pula.

Setelah terbuka tabir akan riwayat hidup Yatim bahagialah Sutan Alamsyah sebab cita – citanya untuk mempersatukan Yatim dan Puti Bidasari terbuka pula. Begitu juga yatim senanglah setelah dia mengetuahui latar belakang dirinya.
Dari sana Yatim mendatangi Sutan Pamenan untuk menunjukkan bahwa Sutan Pamenanlah ayah kandung Yatim, mendengar hal itu meyesallah Sutan Pamenan akan kelakuaannya dulu dan iapun bertaubat. Setelah itu dikala mulai sakit- sakitan Sutan Pamenan mengirim surat untuk meminang Puti Bidasari buat anaknya Yatim namun sebelum maksudnya untuk meminang secara langsung terwujud wafat pula Sutan Pamenan karena dibunuh Sutan malik yang ingin menguasai harta pusaka keluarga. Ketika dihadapkan dipengadilan Sutan Malikpun divonis hukum buangan dinusa kambangan.
Setelah masa berkabung sampailah cita – cita Yatim untuk bersanding dengan Puti Bidasari. Dan kisah ini berakahir bahagia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s