cerpen

Standar

 

Hikayat sang pecinta

misteri yang paling misteri didunia adalah cinta

Seperti hari – hari sebelumnya hujan turun sangat lebat pagi ini, membasahi daun – daun hijau, tanah yang kering, dan seluruh jagat alam beserta jiwa – jiwa yang gersang. Sudah genap tiga hari aku  tak bisa bekerja, karena titik hujan merusak mata pencarianku, menghancurkan putik – putik bunga yang baru mekar. Sini kawan mendekatlah padaku! kau pasti kedinginan. Jangan tegang begitu jangan kau  anggap aku sebagai seniormu, aku tak suka pada mereka yang sok superior. Santai saja , anggap aku temanmu walau kau anggota baru dalam koloni ini dan aku lebih tua dari dirimu.

Mendekatlah ! kenapa diam saja ? mendekatlah! Sambil menunggu sang hujan reda, aku ingin menceritakan padamu sebuah kisah. Kukira kisah ini bisa jadi pelajaran buatmu anggota baru koloni lebah madu, paling tidak bisa sebagai gosip pagi hahahaha. berapa hari yang lalu, karna hujan aku berteduh disebuah warung kopi, kulihat ada banyak manusia disana ada yang sekedar  bermalas – malasan, ada yang berteduh sepertiku karena hujan, kukira cukup ramai manusia disana dan kau tahu apa yang mereka lakukan? Gosip, itulah yang mereka lakukan. Dari menggosipi bini orang sampai menghina peresiden mereka.

Kukira tak apalah, kita meniru sejenak tingkah laku manusia, menggosip dipagi hari. Toh bukannya kita malas bekerja tapi cuaca yang tidak mendukung kita untuk bekerja. Sampai kapanpun bangsa lebah akan tetap dikenal sebagai bangsa pekerja. Bukankah nama bangsa kita, bangsa lebah diabadikan didalam kitab suci.

Sejujurnya kisah ini bukan sekedar gosip yang belum tentu kebenarannya. Kisah ini  benar – benar nyata, karena aku sendiri yang menyaksikannya, aku sendiri yang menjadi saksi matanya. Kisah ini tentang sahabat terbaikku, sama seperti kita dia juga lebah pekerja, pencari madu.

Sini, mendekatlah ! kau pasti akan tertarik dengan kisah ini, kau lihat tumbuhan hijau disana? Kau lihat ada putik – putik bunga yang belum mekar ? dua hari lagi bunga itu akan mekar , mekar dengan indahnya , dia akan memancarkan harum, wangi semerbak yang  membuat mabuk kepayang bagi siapapun yang menciumnya. Namanya bunga kenanga, nama yang indah,  seindah dirinya tapi karenanya pula temanku binasa. yang membuat aku sedih aku tak bisa membelanya, sungguh ketika itu aku tak berdaya untuk membelanya.

Aku ingat sekali kejadian dihari itu. seperti biasa dipagi hari, kami para pekerja muda mencari madu. sebagian dari kami mencari bunga – bunga dihutan dipinggir kampung, sebagian lagi mencari madu ditaman dan kebun – kebun  miik manusia dan temanku mencari bunga mekar ditempat ini. Biasanya kami selalu mencari madu berdua. Hari itu dia tidak ingin aku temani, aku sempat curiga dengannya yang cukup aneh hari itu, tapi begitulah takdir tidak ada yang tahu.

Tempat ini dialah yang menemukannya. Aku tak tahu bagai mana bisa dia menemukannya. Hari itu semua bunga – bunga lagi mekar dengan indahnya, termasuk juga bunga kenanga itu, mekar memancarkan wangi semerbak yang membuat temanku jatu cinta padanya.

Ketika semua lebah pekerja kembali kekoloni, dia tak pernah kembali untuk melaporkan hasil kerjanya. Hingga komandan lebah pekerja mencarinya dan bertanya padaku tentang keberadaannya. Aku katakan aku tak tahu karena sejak pagi dia tak bersamaku. Akhirnya komandan lebah pekerja melapor pada lebah keamanan untuk mencarinya. Dan mereka menemukan temanku disini, ketika dia sedang menikmati harum dan indahnya bunga kenanga dia jatuh cinta pada bunga kenang dia melindungi bunga itu tanpa sedikitpun menyentuhnya.

Ah cinta aneh tapi nyata, tak tampak tapi bisa dirasa, tak pandang bulu semua bisa terkena penyakit cinta. Sepenuh hati temanku  melindungi bunga kenanga kekasihnya dari rayuan kumbang atau lebah lainnya. Menurut kabar yang kuterima, sebelum komandan lebah pekerja mengutus lebah keamanan untuk mencari temanku itu. Dia sempat berkelahi dengan lebah pekerja lain yang ingin menghisap madu bunga kenanga itu, sekuat tenaga temanku berkelahi dengan lebah pekarja tadi agar menjauhi kekasihnya bunga kenanga. Dari lebah itulah komandan lebah pekerja megetahui keberadaan temanku. Dari lebah itupula tersebar berita heboh tentang lebah yang jatuh cinta pada bunga kenanga. Temanku dan cintanya menjadi topik hangat dikalangan rakyat koloni lebah pada hari itu, hingga kejadian ini terdengar oleh sri ratu lebah.

Utusan komandan keamana lebah  akhirnya menemukannya dan akan menangkapnya untuk menghadapkannya kepengadilan lebah dikoloni. Tahukah kau?dia melawan  sampai sayap kirinya patah karena berkelahi hebat dengan pasukan keamanan lebah. Temanku bukanlah lebah yang kuat, dia hanya lebah pekerja yang lemah dia seperti budak yang tak memiliki kekuatan. Aku sendiri heran dari mana dia bisa mendapatkan kekuatan sehingga berhasil membenuh salah seorang pasukan keamanan. kau percaya dengan  kekuatan cinta? aku sendiri tak percaya tapi aku benar – benar melihatnya.

Kejadian hari itu menggemparkan dunia lebah. ada yang mendukung ada yang justru mengoloknya. Angin yang berhembus menceritakan penderitaan temanku keseluruh penjuru bumi hingga terjadi Huru – hara yang berujung pada perang antar koloni lebah hampir terjadi ketika itu. Penangkapan paksa terhadap temanku membuat simpati koloni lain terhadapnya . koloni itu membela temanku dengan mengirim pasukan yang menjaganya agar tak dihadapkan pada pengadilan rakyat lebah. kolonikupun mengirim pasukan yang lebih besar untuk menangkapnya, terjadilah perang antara pasukan koloniku dan pasukan dari koloni yang membela temanku. karena kalah jumlah pasukan koloni yang membela temanku meminta tambahan pasukan dari koloni mereka dengan tambahan pasukan ini  akhirnya memojokkan pasukan koloniku. Pasukan koloniku mundur kembali kesarang dengan kekalahan.

Melihat keadaan yang genting,  sri ratu lebah mengirim utusan untuk berunding dengan koloni yang membela temanku tadi. Dalam pernyataannya sri ratu mengatakan “setiap lebah yang melindungi bunga dan menolak untuk mengambil madu dari bunga adalah pemberontakan terhadap koloni dan harus dihadapkan pada pengadilan” oleh karena itu sri ratu lebah meminta pada koloni yang membela temanku untuk melepaskan  perlindungannya terhadap temanku. Tetapi koloni yang membela temanku tak pula surut untuk tetap membela temanku mereka mengatakan,  “cinta adalah sebuah hak asasi setiap lebah yang harus dilindungi” juru runding dari koloniku tak kalah akal mengatakan “bagaimana masa depan para lebah seandainya para lebah menolak mengambil lebah dari bunga – bungaan karena cinta terhadap bunga – bunga tersebut?” koloni yang membela temankupun menjawab dengan jawaban singkat “mengapa kita takut binasa, bukankah kita hidup untuk cinta?”

Tak dinyana perundingan itupun berakhir  alot dan hampir menciptakan perang besar karenanya. Ketika itu pula memutuskan untuk menemui temanku. Kukira aku bisa membujuknya agar menyerah dengan sikapnya yang keras. Agar tidak terjadi masalah yang lebih besar didunia lebah. ketika itu hari menjelang sore, kulihat syafak merah mulai muncul diufuk barat. Aku terbang dengan terburu – buru agar aku tak terjebak digelapnya malam.

Ketika aku samapai ditempat ini. Aku sudah tak melihatnya lagi bertengger diranting untuk menjaga kenanga kekasihnya. Aku melihatnya sudah terjatu ditanah dengan kondisi mengenaskan dia sudah tewas. Saat itu pula kulihat kenanga kekasihnya sudah layu tanpa ada setu mahlukpun yang bisa mendekati untuk menghisap madunya. Didepan mataku bunga suci itu jatuh tepat disamping temanku. Aku takjub setengah mati dengan apa yang aku saksikan ketika itu aku berfikir inikah cinta.

*terinspirasi  dari lagu rafly bungong seulanga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s