Rel Kreta didepan Sekolahku, Smp YPAKPTPN3 Gunung Para

Standar

 

 

Kalau kawan menumpang kereta api dari medan menuju pematang siantar  boleh singgah distasiun baja lingge,atau jika kawan menumpang bus antar kota dari kota medan, kawan bilanglah pada keneknya “saya turun disimapang atas”. Dari simpang atas Kawan boleh naik Rbt (ojek) atau jalan kaki menuju pasar dolok merawan, nanti kawan akan mendapatkan stasiun kereta api berasitektur tua setelah itu  beloklah kearah kanan, kawan akan menemukan kantor camat dan kantor koramil. Dari situ akan terlihat sebuah gedung tua berwana coklat, itulah sekolahku..

Lalu jalanlah, kawan akan disambut gapura, kalau kawan sebagai tamu istimewa yakinlah kawan akan disambut oleh para siswi dengan tari selamat datang serampang dua belas. Diatas pendopo kawan akan melihat sebuah baliho dengan tulisan SMP YPAK PTPN3 Gunung Para itulah nama sekolahku. Kalau kawan bukan tamu istimewa minta izinlah pada guru disana untuk melihat – lihat sekolahku, penjaga sekolahku galak. kalau kawan memperhatikan bangunan utama jangan coba taksir usianya, kata nenek – nenek disana bangunan itu adalah peninggalan Belanda dan jangan kira belanda memang membangun sekolah, dahulunya itu adalah gudang, gudang getah. Karet yang sudah dijemur akan dikirim kemedan dengan kereta api . Sekolahku adalah smp tertua diDolok Merawan bahkan dari kecamatan lain disekitar Dolok Merawan. Stasiun Baja Lingge adalah saksi sejarah bagaimana para siswa dari jauh yang bersekolah menumpang kreta api dimasa lalu. kalau sekarang sekolah sudah banyak, kawan tak kan lagi menemukan siswa yang menumpang kereta. Dari ruang piket  naiklah kelantai dua lihat lantainya menakjubkan bukan, lantai kayunya masih liat walaupun sudah tua.

Nah dilantai satu disebelah kanan meja piket ada sebuah ruangan, walau nampak tak terawat tapi itu merupakan harta karun yang paling berharga yaitu perpustakaan sekolah. Didalamnya kawan akan menemukan buku – buku tua karya Karl May “Winettou Anak Kepala Suku Apace”, atau “diBawah Lindungan Ka’bah” karya pujangga Indonesia Hamka. Ketika aku masih sekolah aku tak prnah menyangka buku – buku diperpustakaan itu buku – buku yang luar biasa aku kira buku – buku itu dipajang karna sayang untuk dibuang, setelah lulus baru tahu itu buku – buku istimewa. Kalau dulu perpustakan disamping untuk menjadi tempat memajang buku tua digunakan juga sebagai kelas mata pelajaran agama Kristen jadi tekesan bukan perpustakaan.

Ohya, ada satu lagi tempat yang menarik. Tapi kawan harus keluar dulu dari bangunan utama, disebelah kiri  ada satu bangunan lagi, ikuti terasnya kawan akan menemukan laboratorium.  kalau kawan masuk kawan akan terkejut didalamnya seperti musium, ada banyak barang antik telphon tua yang masih diputar nomornya atau telegraf juga ada. Dari jendela laboratorium kawan bsa melihat ada satu gedung dengan dua pintu, kalau dulu gedung itu ruang kelas kini sudah menjadi lab komputer.

Sekarang berjalanlah kebelakang, dibelakang sekolahku ada lembah yang bersungai tapi sekarang sudah ditembok jadi kawan tidak bisa turun kebawah. Waktu aku masih bersekolah dibelakang sekolahku ada beberapa rumah tua milik perkebunan, yang kalau sekarang aku taksir usianya sama dengan gedung utama.  Ketika aku sekolah ada guru yang pernah bercerita dahulunya tanah menurun dibalik tembok dibentuk menjadi terasering dan ditanami bunga – bungaan seperti taman para raja, pada masa itu sekolahku mendapat predikat sekolah terindah sekabupaten deli serdang  tapi aku tidak tahun itu tahun berapa.

Kalau soal prestasi masuklah kantor kepala sekolah disana ada lemari coba hitung ada berapa tropi yang terpajang, ku sarankan tak perlu dihitung pokoknya ada banyak, yang paling menjadi kenangan dan terus menjadi buah bibir adalah ketika sekolahku sampai ke final cerdas cermat seprovinsi Sumatra Utara kabarnyasih disiarkan oleh stasiun tv TVRI.

Itulah tentang sekolahku sekolah yang terus akan diingat penuh dengan kenangan. Jaya terus Smp YPAK PTPN3 Gunung Para.

*tulisan ini dbuat brdasarkan memori dan cerita – cerita yang pernah didengar kalau ada kesalahan data mohon maaf.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s