Refleksi Hari Pahlawan

Standar

Tepat pada tanggal 10 november 66 tahun yang lalu, bangsa ini membuktikan bahwa bangsa memiliki manusia – manusia yang punya harga diri, bangsa ini membuktikan bahwa bangsa ini memiliki manusia – manusia yang pemberani. Kamerdekaan yang baru saja dinikmati tida boleh lepas begitu saja dari genggaman. Harus ada perlawanan walau hanya dengan bambu runcing.

Pada tanggal 10 november 66 tahun yang lalu dengan congkaknya, sekutu ingin mengembalikan negri yang beru merdeka ini kepada belanda. Segenap rakyat Surabaya tidak terima, perlawanan harus dilakukan walau nyawa yang harus jadi taruhan. dibawa komando seorang kesatria yang kerap dipanggil bung Tomo semua rakyat satu kata satu barisan usir penjajah dari negri ini, dikabarkan oleh kitab sejarah 6000 sampai 16000 nyawa yang binasa, terkubur dalam makan tanpa nisan.

66 tahun telah berlalu, sudah tidak ada lagi penjajah, mereka sudah pulang kekampungnya dieropa sana,  pekik takbir bung Tomo memberi semangat pada pasukannyapun sudah meredup dan dilupakan, ya, bangsa ini cepat sekali melupakan sejarah.

Sudah berlalu setengah abad lebih, tapi kebahagaiaan masih merupakan mimpi dinegri ini. kemerdekaan hanya isapan jempol yang tidak pernah nyata. Tirani masih bercokol, menghantui rakyat. Penjajah hanya berubah kulit tapi nyata adanya.  Kebodohan bagaikan benalu semakin dihilangkan semakin banyak adanya karna racun untuk menghilangkan kebodohan, racun palsu yang tak guna. Kebodohan sengaja dipelihara agar penjajah berhidung pesek  berkulit kuning langsat mudah merampas semua hasil negri ini.

Kukatakan, perjuangan belum selasai lapangan perjuangan ini masih membutuhkan pemuda –pemuda iklas yang mempunyai harga diri yang sama seperti  pemuda – pemuda 66 tahun yang lalu, pemuda – pemuda yang mempunya keberanian yang sama dengan pemuda – pemuda 66 tahun yang lalu.

Kukatakan, perjuangan ini harus kita tahtakan didalam dada – dada kita dilam hati kita agar menyatu dengan nafas dan darah kita, agar tidak telepas karna nikmat dunia. perjuangan ini harus tetap kita lanjutkan, penjajahan harus kita basmi, kemiskinan kita lenyapkan, tirani harus kita bantai yang paling utama kebodohan  harus kita buang jauh – jauh.Kejujuran kita tegakkan, keadilan kita letakkan pada tempatnya, dan niat iklas harus jadi panduan utamanya.

Tidakkah kita jenuh dengan korupsi yang berurat mengakar, tidakkah kita bosan dengan penipuan, sampai kapan kawan kita biarkan semua ini. Ini harus segera diakhiri!!! Diakhir. Dengan perjuangan ini kawan kita goreskan nama kita dalam diperasati pejuang.

Ketika penjajah menginjak – injak hara diri bangsa ini, pemudalah yang dipanggil oleh bung tomo, karna darah kita yang panas semangat kita yang menyala. Sekarang kitalah pemuanya dengarkan seruan bung Tomo yang menyebut – nyebut nama kita, dengarkan seruan bung Tomo untuk menyongsong perjuangan.

Ayo kawan kita bangkit, serukan kejujuran dinegri ini, galakkan keiklasan, bangkitkan ilmu pengetahuan kelak kalian akan dikenang sebagai pahlawan peradaban yang membawa kebahagiaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s