hari pahlawan, dan puisi 36 jam cak Madi

Standar

Ada banyak kegiatan yang dilakukan  masyarakat untuk mempringati hari pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 november, ada yang melakukan tabur bunga dimakam pahlawan, mengadakan perlombaan, khususnya disekolah – sekolah,atau ada yang memilih mengunjungi museum.

Satu  kegiatan yang mungkin cukup unik dalam memperingati hari pahlawan adalah apa yang diperagakan pak Madi, seorang tukang becak yang melek sastra yang juga sering dipanggil cak Madi. Lelaki paru baya kelahiran kampong rangkah, Surabaya yang kesehariannya sebagai tukang becak, membacakan puisi – puisi yang telah dia susun selama 36 jam dalam tiga bahasa, bahasa jawa, Madura, dan  bahasa Indonesia disalah satu trotoar dikota Surabaya. Kegiatan ini dimulai sejak tanggal 9 oktober  tepat jam 06.00 wib dan akan ditutup tanggal 10 november  tepat jam 12 malam.

Disebutkan dalam profilnya, visi dari pak Madi mengadakan kegiatan ini, bermaksud untuk meramaikan acara pekik  trotoar yang ia gagas bersama komunitas wisata sastra, sebuah mozaik kreatif dari forum pencerahan bangbang wetan, yang akhirnya menghasilkan keputusan untuk melaksanakan kegiatan baca puisi selama 36 jam ini.

Dan disebutkan juga, kegiatan ini digagas karna rasa keterpannggilan jiwa arek suroboyo untuk bisa larut dalam peringatan hari pahlawan yang marak dikota Surabaya. Juga didorong keinginan kuat untuk memasyarakatkan puisi dan mempuisikan masyarakat.

Berikut beberapa puisi yang dikarang sendiri oleh pak Madi, yang mungkin bisa menjadi pelajaran bagi kita generasi muda:

Bissmillah

Nepaki bangbang myemburat teko etan

Nduk pojokmu, Suroboyo tak ambung

Maesane pahlawan

Mergo sak akehe arek wes ngepelno tangan

Ambek mesem

Mbejudul krentek ngerngok langit

Alhamdulillah

Nerusno laku

Ngencik’l nggal situk palangane ondo sikil

Langit

Kepingin ndelok cemlorote kluwung negoro

 

Bissmillah

Tepak are gik burru nyogok dunnya

Bedhe neng bujelle eddeh, sengkok nyeoma

Pae pahlawan

Polanna kacong – jebing la padhe mesem

Dallem kota

Tera’ de du’a Alhamdulillah

Peterros lebbet andhe entarra sokolangek

Terro tao gembberra… (pelangi) nagere

 

Bismillah

Selamat pagi Surabaya

Di sudutmu kucium nisan pahlawan

Bahwasanya para arek luruh dalam senyum

Pun di setangkup kota

Menyeruakan aura Alhamdulillah

Lantas

Pada anak tanggamu wahai horizon

Titian tahap berkehendak memendangi

Pelangi – pelangi.

 

Berandai – Andai

Ketika rakyat bersenda gurau

Mencoba berhitung seupama

Lalu berkumpul sepertemanan

Ada jikalau, juga misalkan

Ada andaikata, serta apabila

 

Ngomong ngalor

Ngomong ngidul

 

Jikalau pemerintah legowo

Pejabat bawah sampai atasan

Dari lurah, camat, walikota,

bupati, gubernur, para mentri pejabat tinggi sampai presiden

termasuk juga wakilnya

berikut semua DPRD pun DPR

DPD serta MPR, BUMN, BUMD

bersatu dalam institusi legal

memotong separo gaji bulanan

lalu dibuat subsidi sembako

alangkah indah senyum akar rumput

takkan lagi kerja sehari penuh

hanya untuk makan itupun tak kenyang

namun bias sisihkan buat sangu anak sekolah

 

ngomong ngalor

ngomong ngidul

 

ketika rakyat bersenda gurau

mencoba berhitung seumpamanya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s