Memoar Seorang Pemuda

Standar

Aku salah seorang yang mempunyai kebiasaan aneh, aku suka membaca kertas – kertas yang berserakan. Kemarin aku menemukan selembar  kertas yang aku tak tahu siapa yang punya. Isinya cukup unik tentang kegundahan terhadap dirinya dan negaranya. Sipenulis tampaknya sedang mencari makna hidupnya, pencarian sebuah tujuan hidup,aslinya tulisan ini tidak berjudul untuk memudahkannya kuberi judul    “MEMOAR SEORANG PEMUDA” berikut kusalin catatan tersebut:

“Memikirkan hidup jadi pusing untuk apa semua ini, emang hidup Cuma untuk canda apa??? Bagaimana bisa hidup ini menjadi sia – sia.

Kukira sikap berlebihan sama dunia Cuma merusak mental, jiwa mudaku kayak gak bertenaga. harusnya bisa bersikap prihatin, soalnya bisa menumbuhkan kecintaan terhadap orang susah, gak egois, bisa peka dengan keadaan masyarakat.

Kalau begini baru pemuda sejati, bukan Cuma dugem, tauran,kongkow tapi bisa berfikir untuk membangun. Kalau dari mudanya aja udah gak peka, bagaimana ketika jadi pemimpin. wah bisa gawat , seandainya gunung Bromo seluruhnya emas abis sebentar aja. Bukan dibagi untuk seluruh rakyat, tapi untuk dimakan sendiri.

Mikir –mikir tentang watak, bangsa ini sudah punya watak korupsi sejak jaman dahulu kala, kala sekali bahkan. Lihat aja perang diponegoro, mang yang berhianat jadi penjilatnya VOC siapa??? Ya sipendek berkulit sawo mateng alias orang Indonesia sendiri. Menjual bangsa sendiri untuk kekayaan pribadi. Dipikir gak usah dimaki, toh mereka udah binasa dimakan cacing.

Nah, sekarang tinggal generasi kita, kemana kita akan melangkah??? siapa yang harus kita contoh??? Pejuang apa penjual Negara???  Lantas apa yang harus kita lakukan???kufikir kita harus memperbaiki sejarah dan sekarang adalah saatnya”

Seperti yang kukatakan sebelumnya tulisan ini cukup unik, ternyata masih ada pemuda Indonesia. Karna kukira kata pemuda indonesia Cuma sekedar sejarah, yang aku baca pemuda itu mempunyai semangat sama seperti tulisan diatas, bukan kayak banci jago dandan segala merek baju ada segala parfum punya. Tapi punya otak yang benar – benar dipakai berfikir. Punya jiwa bukan seperti binatang yang egois tidak perduli dengan sesama.

seorang pemuda harus seperti Muhammad Natsir, safruddin prawira Negara, bung tomo, M. Assaat hidup untuk membangun peradaban member i bahagia  buat sesama. Mereka adalah contoh teladan seorang pemuda, jauh dari sikap cinta dunia mereka adalah pemuda sejati pejuang pilih tanding.

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s