Bahagia

Standar

Seminggu ini sulit tidurkarna flu dan batuk yang menyerang anti bodi tubuhku penyebabnyasih Karena aku main ditoko buku yang berAc pulangnyapun naik bus berAc, temenku bilang aku tak bisa jadi orang kaya alergi fasilitas bagus heheheh. Ya Bisa jadi pendapat itu benar, dan aku pun tak ingin pula menjadi kaya. Aku hanya ingin bahagia, bahagia dunia diakhiratpun bahagia.

 

Kali ini aku tidak bicara hal yang berlebihan, itulah keinginanku. Aku tak ingin kaya aku hanya ingin menjadi petani , mempunyai beberapa petak sawah yang kutanami padi, beberapa ekor ayam dan kambing, yang terpenting dimalam hari aku bisa berbagi pengalaman dan ilmu NGAJAR NGAJI betapa indahnya hidup jika bisa demikian menghanyalkannya terkadang membuatku tak bisa tidur.

 

Aku terkesan dengan  dicerita temanku, ketika  diaceh dia bercerita bahwa teungku didayahnya tidak pernah menetapkan biaya belajar untuk muridnya, ketika  kutanya mengapa demikian temanku  jawab itulah “ikhlas”. Aku setuju ikhlas ku kira hiduppun harus ikhlas. Dan itulah yang takku dapatkan dari manusia sekarang  sibuk dengan materi yang tak ada puasnya untuk dikumpulkan tanpa mau barbagi. Kt leo Tolstoy “tak ada kebahagiaan untuk sendiri, sebab orang lainpun akan berusaha merebut kebahagiaan yang kita miliki sendiri” bahagia itu hanya ada jika kita mau berbagi.

Kebanyakan manusia mengejar kesuksesan, padahal manusia sendiri juga sulit untuk mendefinisikan kesuksesan itu apa, apakah menjadi presiden itu sukses? Belum tentu, jadi mentri, dokter itu sukses beum tentu. Ni definisi pribadi diriku tentang sukses aku bisa bersyukur dengan apa yang aku miliki dan aku bisa berbagi hingga aku bahagia. Boleh setuju boleh tidak, boleh juga pnya pemikiran yang berbeda.

 

Bicara tentang materi Kupetik sedikit dari Al-qur’an “dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan – perempuan, anak – anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia dan sisi ALLAH tempat kembali yang baik”(ali imran)

 

Semakin besar materi dikumpulkan semakin besar tanggung jawab, semakin besar cobaan, semakin besar kemungkinan untuk terjatuh dan tak bangkit lagi. Ya,,,, walaupun semua kembali pada pribagdi masing – masing aku manatap dengan cita – citaku aku hanya ingin bahagia.

Sebanarnya masih banyak yangg mau aku obrolkan kali ini sampai disini dulu, kapan ada waktu aku mau cerita lagi tentang bapak leo Tolstoy dan Christopher McCandless.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s