Apa Mimpi ini Terlalu Dalam?

Standar

Angin berhembus menggulung ombak,
Menggoyangkan dahan cemara ditepi pantai
Dan terik metahari memerahkan pasir yang membentang.

Dua anak kecil berlari berkejaran dihadapanku,
Sementara aku berjalan dalam kesepian
Sambil menatap jauh keujung cakrawala dunia.

Hari menjelang petang perahu nelayan mulai berarak menuju lautan,
Kusaksikan tuhan tersenyum kepadaku dan menurunkan bidadarinya.
Aku tercekat, aku kaget terkejut, Apa mimpi ini terlalu dalam?

wandai

Suara kicau burung menggema
Sejenak kemudian dunia berubah
Sejuta bunga tumbuh dan mekar mengelilingiku
Bidadari itu melambai menampakkan kebaikan dan kebahagiaan
Menyapaku dengan sopan bak putri diistana raja, ia mendudukkanku
Diatas singgasana dan membisikkan kata kata cinta.

Malam menjelang ketika sayup – sayup terdengar kumandang azan
Dalam kemustahilan aku bertanya benarkah ini nyata???

Painan, 10 juli 2014

Ketika Perahu Berlabuh

Standar

DSC_2052 2 copy

Ketika perahu berlabuh
Tampaklah nyiur melambai lembut menyambut
Seketika itu pula aku butuh akan cahaya
Sebab telah tiba malam gelap

Jalan telah tampak kabur
Hanya tampak mata burung hantu yang menatap curiga
Lantas kau datang membawa cahanya dalam hatimu
Tapi kau tampak tak sungguh untuk memberi cahaya itu

Aku hanya bisa meraba
merasakan semua yang tak pasti
perlahan aku merasa ragu
mengapa cahayamu tampak meredup?

Painan, 4 mei 14 20:23

Sinopsis Roman Anak Dan Kemenakan

Standar

anak kemenakan

Judul buku: Anak Kemenakan
Pengarang: Marah Rusli
Cetakan : keempat 208
Halaman: 332 hal
Penerbit : Balai Pustaka

Ketika mengakhiri novel ini tersimpul kesimpulan ini merupakan salah satu roman yang kisah didalamnya berakhir dengan happy anding. Sebab kalau dilihat beberapa roman klasik kebanyakan kisah didalamnya berakhir tragis, dimana dari awal telah mengisahkan kehidupan sepasang kekasih yan g hidup dirundung malang tiada berkesudahan seperti Roman Siti Nurbaya atau roman Tenggalamnya Kapal Vander Wijk.

Tidak jauh beda dengan karya Marah Rusli yang lain yaitu Roman Sitti Nurbaya. Roman ini juga berlatar kota padang dengan adat dan budaya Minangkabaunya, dan masih berisi keritik terhdap adat dan budaya kolot yang dipegang teguh oleh golongan tua dan mendukung keterbukan adat dan budaya yang dipraktekkan kaum muda.
Roman ini mengisahkan tentang Yatim, seorang pemuda padang anak dari Sutan Alamsyah Hopjaksa kota padang yang baru menyelesaikan studi doktoralnya dinegara belanda. pendidikannya yang tinggi membuat yatim disegani dan dibanggakan orang tuanya maka, telah sepakatlah orang tua Yatim yaitu Sutan Alamsyah untuk enikahkan yatim dengan Puti Bidasari kemenakannya yang juga dia rawat sejak kecil bersama Yatim dirumahya.

Ketinggian strata pendidikan yang dimiliki yatim membuat Baginda Mais seorang pengusaha sukses dikota padang menginginkan yatim untuk menjadi menantunya agar Yatim menikah dengan putrinya Puti Nurmala, baginda Mais berharap dengan bermantukan Yatim bisa mengangkat derajatnya semakin tinggi dikota padang dan dirinya semakin terpandang dikalangan pembesar kota padang. Namun ayah yatim tidak setuju karena mereka ingin menjodohkan yatim dengan Puti bidasari, dan sebenarnya Yatim sendiri tidak berkenan untuk menikahi Puti Nurmala anak Baginda Mais sebab Puti Nurmala sudah memiliki tambatan hati yaitu dr .Aziz.

Dari penolakan ini Baginda Mais bersiasat untuk menikahkan dahulu Puti bidasari dengan orang lain, agar Yatim tidak bisa menikah dengan Puti Bidasari, untuk itu dia mendatangi Putri Renosari dan Sutan Baheram yang merupakan orang tua dari Puti Bidasari. Putri Renosari kaget ketika mendengar bahwa putri mereka semata wayang akan ditunangkan oleh adiknya Sutan Alamsyah dengan Yatim. Putri Renosari yang mengetahui latar belakang yatim yang hanya anak angkat dari Sutan Alamsyah spontan menolak. latar belakang yatim dari rakyat jelata anak dari sais pedati walaupun strata pendidikannya tinggi tidak pantas bersanding dengan Puti Bidasari yang berasal dari bangsawan.

Untuk memuluskan rencana ini Baginda Mais mengusulkan agar Puti Renosari dan Sutan Baheram menikahkan Puti Bidasari dengan Sutan Malik yang merupakan kemenakan dari Sutan Pamenan yang juga tinggi derajat sukunya.
Sutan Pemenan sendiri termasuk golongan tua yang kuat memegang adat, kehidupannya tidak lepas dari kawin cerai, berjudi, menyabung ayam dan berdukun bersama sahabatnya yang juga pendekar yaitu Datuk Gampo Alam. Sutan Pamenan sangat memanjakan kemenakannya Sutan Malik melebihi anaknya sendiri, sebab menurut adat minang yang dipegang dan difahami oleh Sutan Pemenan kemenakan dibimbing anak dipangku.

Sutan Malik yang sangat dimanjakan oleh pamannya pada akhirnya menjadi masalah tersendiri pada Sutan Pemenan, pada hari raya idul firti Sutan malik membakar rumah tetangganya dengan mercon sebab Sutan Malik geram pada tetangganya yang mengalahkannya pada perang mercon. Pada kebakaran tersebut ada pula satu orang yang tewas.
Kebiasaan Sutan Pamenan yang suka kawin cerai mengikuti adat ketika itu yang mengatakan bahwa aib bagi seorang bangsawan memiliki satu istri juga turut menjadi masalah bagi Sutan Pamenan, dan hal ini merupakan salah satu yang menjadi keritik dari Marah Rusli dalam roman ini. suatu hari ketika perayaan hari raya Puti Nurmala berjalan – jalan kepasar melihat keramaian pasar pada hari raya ketika melewati satu tempat sabung ayam terlihatlah Puti Nurmala yang memakai banyak perhiasan Oleh mak uning salah satu parewa yang menjadi musuh dari Sutan Pamenan dan Datuk Gampo Alam.

Ketika mak uning kalah dalam perjuadian berniatlah ia untuk mencuri perhiasan Puti Nurmala untuk berjudi lagi namun naas bagi Mak uning dia tertangkap dan diajukan kepengadilan yang hakimnya adalah Yatim,Ketika dipengadilan terungkapalah bahwa mak uning merupakan anak dari Sutan Pamenan begitu juga Puti Nurmala hanya keduanya lain ibu.

Ketika hari pernikahan antara pasangan Yatim Puti Nurmala dan pasangan Sutan Malik dan Puti Bidasari semakin dekat maka mereka mencari siasat agar bisa membatalkan pernikahan tersebut. dr aziz yang mengetahui hal ikhwal terbakarnya rumah dari tetangga Sutan Pamenan merasa memiliki kartu truf untuk membatalkan pernikahan tersebut.
Tepat pada hari pernikahan ketika memplelai akan melaksanakan ijab kabul maka dr. Aziz datang kesana meminta Sutan Pamenan untuk membatalkan pernikahan tersebut atau dia akan membawa aziz kepengadilan dimana dipengadilan bisa saja Sutan Malik diputuskan bersalah dan dihukum gantung. Takut akan hal tersebut maka Sutan Pamenan membatalkan pernikahan tersebut.

Sesuai dengan perjanjian antara Sutan Alamsyah dan Baginda Mais jika pernikahan antara Sutan malik dan Puti Nurmala batal maka batal pula pernikahan Yatim dan Puti nurmala akhirnya untuk menghindarkan malu bagi Baginda Mais majulah dr.Aziz menggantikan Yatim.
Pada suatu hari datanglah sepasang bangsawan dari Indra Pura kekota padang yang ingin mencari keluarganya yang melarikan diri dari Indra Pura karena bersengketa masalah harta. Bangsawan itu bernama Sutan Ali Akbar sementara saudaranya yang dicari adalah Sutan Ali Rasyid.
Ketika Sutan Ali Akbar melihat cincin yang dipakai yatim, terkejutlah ia. Sebab cincin yang digunakan oleh yatim sama dengan yang dipakai olehnya. Maka heranlah Sutan Ali Akbar dan bertanya dari mana Yatim mendapatkan cincin itu. Maka diceritakanlah oleh Sutan Alamsyah bahwa Yatim bukanlah anaknya tapi anak angkat yan g dia pungut dari tukang pedati malim batuah.

Oleh karena itu dicarilah Malim Batuah sebab dialah yang tahu pasti bagaimana riwayat cincin yang bersama yatim. Dari cerita Malim Batuahlah terungkap jika Yatim merupakan cucu dari Sutan ali rasyid sebab ketika Sutan Ali Rasyid lari dari Indra Pura membawa seorang putri, ketiak sutan Ali Rasyid wafat putri tersebut dinikahi oleh Sutan Pamenan. Oleh karena itu sebenarnya Yatim adalah orang yang berbangsa pula.

Setelah terbuka tabir akan riwayat hidup Yatim bahagialah Sutan Alamsyah sebab cita – citanya untuk mempersatukan Yatim dan Puti Bidasari terbuka pula. Begitu juga yatim senanglah setelah dia mengetuahui latar belakang dirinya.
Dari sana Yatim mendatangi Sutan Pamenan untuk menunjukkan bahwa Sutan Pamenanlah ayah kandung Yatim, mendengar hal itu meyesallah Sutan Pamenan akan kelakuaannya dulu dan iapun bertaubat. Setelah itu dikala mulai sakit- sakitan Sutan Pamenan mengirim surat untuk meminang Puti Bidasari buat anaknya Yatim namun sebelum maksudnya untuk meminang secara langsung terwujud wafat pula Sutan Pamenan karena dibunuh Sutan malik yang ingin menguasai harta pusaka keluarga. Ketika dihadapkan dipengadilan Sutan Malikpun divonis hukum buangan dinusa kambangan.
Setelah masa berkabung sampailah cita – cita Yatim untuk bersanding dengan Puti Bidasari. Dan kisah ini berakahir bahagia.

Roda-Roda Gila

Standar

Syafak merah perlahan mulai menghilang diufuk barat, mengikuti gerak jamaah magrib dimesjid – mesjid. Satu persatu kerlip bintang mulai muncul membentuk rasinya sebagai penunjuk arah bagi pelaut, malam yang cerah pertanda akan datangnya rizki yang baik bagi mereka. Mesin diesel untuk penggerak generator mulai meraung lampu – lampu yang berwarna warni mulai bercahaya dan bianglala yang jangkung besar mulai berputar.

DSC_0130 copy

Tidak berapa lama setelah salat magrib usai dimesjid, beberapa pengunjung mulai berdatangan, diloket penjualan tiket pengunjung mulai antri satu persatu. setelah membayar tiket seharga lima ribu rupiah, pengunjung menaiki arena pertunjukan berbentuk seperti tong air yang besar kira – kira berdiameter 10m, dibagian luar tong raksasa tadi ada gambar dua motor yang gahar dengan sebuah tulisan yang mencolok “roda – roda gila”

Didalam arena ada dua motor berspesifikasi mesin 2 tak yang tak berusia muda lagi, sebelum pertunjukan dimulai seorang teknisi mengecek mesin motor setelah itu masuk dua orang pemain atraksi lansung menghidupkan motor yang telah siap untuk digunakan. Motor 2 tak tanpa knalpot meraung memekak telinga, setelah pengunjung telah penuh mengelilingi arena dua pengendara motor memulai aksinya, dua motor tadi berputar melawan gaya grafitasi mengikuti gaya sentrifugal berjalan didinding tong rasasa seperti kelareng yang diputar didalam mangkok bisa berjalan dibawah mangkok dan naik sampai mendekati bibir mangkok yang paling atas.
Menambah semarak pertunjukan salah seorang pengendara melepaskan dua tangannya sehingga motor berjalan tanpa kendali, seorang lainnya menyambar uang yang disodorkan penonton yang sebenarnya sangat berbahaya. Setelah sepuluh menit berputar-putar mengelilingi dinding tong raksasa dua motor tadi mulai melambat dan mulai turun kedasar tong yang berarti menandakan pertunjukan berakhir, tanpa tepuk tangan satu persatu penonton turun meninggalkan arena.

DSC_0173 copy

***

Dalam sebuah talkshow diTv ada seorang incumben calon anggota legislatif yang kemungkinan gagal untuk kembali menduduki kursi DPRRI berbicara tentang masifnya kecurangan dan politk uang dalam pileg tahun 2014 yang baru saja berlangsung, caleg tersebut mengeluhkan bahwa kegagalannya dalam pileg karena lawannya menggunakan politik uang dan dia mengungkapkan bahwa sifat pemilih saat ini prakmatis memilih anggota legislatif bukan karena prestasi, kapabilitas dan kualitas sicalon, tapi karena jumlah uang yang berani diberikan oleh caleg yang bertarung dalam pileg.

Sebenarnya caleg incumben tersebut tidak asing buat saya sebab dia maju dari daerah pemilihan dimana saya tinggal saat ini, bahkan beberapa bulan sebelum pileg saya pernah menghadiri kegiatan yang dia adakan oleh caleg tersebut dalam rangka menampung aspirasi masyarakat didaerah pemilihan pada masa reses. Ketika caleg tersebut berbicara mengenai masifnya politik uang pada pileg baru saja berlangsung saya dalam hati saya tersenyum sebab setelah kegiatan menampung aspirasi yang dilakukan caleg tersebut selesai dia membagikan amplop berisi uang seratus ribu rupiah beserta sembako dan kaos bergambar caleg tersebut kepada seluruh peserta yang hadir. Walaupun caleg tersebut mengatakan bahwa uang yang dia bagikan hanya uang transport tapi masyarakat juga faham dengan uang itu sicaleg berharap masyarakat memilih dia.

Didalam sebuah talksow lain ada seorang incumbem yang juga kecewa dengan pileg kali ini, dia merasa dicurangi tidak saja oleh lawan beda partai bahkan oleh teman separtainya. Dalam talkshow tersebut dia membeberkan bagaimana proses kecurangan ini terjadi dan bagaimana masifnya politik uang yang terjadi dalam pileg. Dan kembali lagi saya tersenyum kecut ketika dengan lugunya sicaleg mengatakan dia menghabiskan dana 1,5 milyar selama kampanye. Ketika itu saya coba menerka dan berfikir mungkinkah 1,5 milyar hanya untuk biaya transportasi?

***

Ketika penonton mulai turun satu – persatu saya melihat kebagian bawah tong raksasa, beberapa kru atraksi memasuki tong raksasa tersebut, kemudian saya rogoh isi kantong dan saya lempar selembar uang yang mungkin tidak seberapa. Saya melempar uang bukan karena sombong atau saya punya uang lebih tapi pertama, menurut saya tiket lima ribu rupiah terlalu murah buat resiko dari atraksi yang mereka lakukan. Kedua, saya ingin memberikan penghargaan kepada mereka yang bekerja dengan cara yang jujur bukan bekerja mengumpulkan harta dengan cara curang (korupsi).

DSC_0121

Menurut saya penghargaan buat mereka itu penting, saya merasa tidak enak hati ketika ada penonton yang menyodorkan uang ketika pertunjukan berlangsung walaupun menambah seru atraksi dan semakin memacu adrenalin bagi saya itu sangat berbahaya sekali. Kadang saya heran dengan masyarakat bawah, seharusnya kita sesama akar rumput harus saling mendukung, saling menghormati dan saling menjaga. ketika ada penonton yang menyodorkan uang untuk disambar oleh pemain atraksi roda-roda gila saya merasa masyarakat lebih suka kalau yang sesamanya terluka dan menderita. Sebaliknya masyarakat kita tidak tega kalau ada pejabat yang terang-terang divonis korupsi untuk dihukum pancung.

***

Berbicara tentang harga-menghargai saya teringat kepada caleg incumben yang gagal tadi. Ketika sicaleg datang kedaerah pemilihan masyarakat memberi penghargaan yang besar kepada caleg tersebut, menyambut dengan baik dan menyampaikan permasalahan yang terjadi dimasyarakat daerah dengan sopan walaupun setelah sicaleg pulang masyarakat mencaci maki caleg tersebut sebab setelah empat tahun duduk diDPRRI baru mengunjungi daerah pemilihannya ketika mendekati pemilu.

Saya juga teringat –masih tentang penghargaan- ketika bersama teman kongkow diwarung kopi, ketika itu datang sebuah mobil yang relatif mahal dikendarai seorang oknum polisi, ketika polisi tadi datang teman saya membisikkan polisi tadi suka memalak pengendara yang tidak melengkapi syarat berkendara dipinggir jalan. Tapi diwarung kopi tadi saya melihat oknum tadi sangat dihormati dilayani dan dituankan.

Saya melihat masyarakat kita tampak aneh, kita tidak pernah menghargai orang yang berjuanga untuk hidup dengan cara yang baik, terkadang kita justru mencemoohnya. Pada sisi yang yang berbeda kita menyanjung dan memuji orang yang kita tahu, kita kenal selalu melakukan kecurangan untuk memperkaya diri. Seharusnya masyarakat harus memberi sangsi sosial kepada orang yang melakukan kecurangan, dijauhin dan asingkan agar dia sadar dengan kesalahannya. Seandainya masyarakat kita mau melakukan hal demikian saya kira perlahan budaya korupsi akan hilang.

Pada awalnya saya tidak tahu kemana ujung tulisan ini, ketika terbayang pemain akrobat roda-roda gila dan caleg yang gagal timbul pertanyaan dikepala saya “atas dasar apa masyarakat kita saling menghargai?” dan satu jawaban yang saya takutkan dari pertanyaan diatas adalah “uang, pangkat dan jabatan” semoga saja tidak.
Painan, 4 mei 2014 15:30.

Lamuri Rantai Sejarah yang Hampir Kita Putuskan

Standar

Secara tak sengaja karena bosan dengan acara tv yang isinya itu – itu saja saya pindahkan chanel remot tv saya ke chanel frekuensi metro tv berharap bisa menemukan informasi atau diskusi – diskusi yang menarik dimetro tv. Kemudian terpamapanglah sebuah mukhadimah sebuah film dokumenter dari acara melawan lupa yang judulnya Kerajaan Lamuri.

href=”http://puncakniskala.files.wordpress.com/2014/01/6218808.jpg”>6218808

Sebenarnya saya termasuk orang yang mencintai sejarah aceh, karena saya sendiri sebenarnya keturunan aceh yang lahir dan besar diluar aceh. Ketika saya melihat tanyangan ini saya fikir ini salah satu kampanye dari kawan – kaawan pemerrhati sejarah dan kebudayaan diaceh agar masyarakat dan pemerintah bisa melindungi situs – situs sejarah peninggalan kerajaan Lamuri. Sebab ada keinginan segelintir orang yang menginginkan tanah dibawah situs kerajaan lamuri dijadikan lapangan Golf ( semoga tidak pernah terwujud).Kalaulah niatan buruk itu terlaksana hanya ada satu kata untuk hal itu yaitu masyarakat aceh akan terputus dari rantai sejarahnya, karena cikal bakal kerajaan aceh darusalam yang agung dari lamurilah asalnya.

Sebenarnya saya berharap ada penelitian komprehensip tentang keraajan ini dari baik itu dari segi arkeologi maupun catatan sejarahnya. Karena menurut saya kehidupan masyrakat dan budayaan masyarakat lamuri sangat penting dielajari, sebab dikerajaan lamurilah pertama sekali terjadi persentuhan antara budaya lokal, hindu budda yang berasal dari india dan islam yang datang dari arab itu terjadi. Hal ini terlihat dari bentuk nisan dari makam makam yang terdapat pada situs kerajaan lamuri tersebut.
Asumsi saya mengatakan besar kemungkinan usia kerajaan lamuri lebih tua dibanding kerajaan Samudra Pasai ataupun Perlak. Saya akan kutip secara utuh apa yang ditulis Denis Lobard dalam bukunya sejarah aceh tentang Lamuri menurut kronik cina dan arab.
“Sedini abad ke-6 Sejarah dinasti Liang sudah banyak membicarakan kerajaan poli yang menurut sebagian orang sama dengan sebelah utara sumatra. Mulai abad ke-9 beberapa teks Arab menyebut sebuah daerah yang bernama “Rami” atau “ Ramni” atau kadang – kadang “Lambri”, yang kira – kira letaknya disana juga.”
Kalau melihat catatan ini artinya kerajaan lamuri atau poli sudah berdiri sejak abad ke-6. Lebih lanjut dalam catatan kaki pada bukunya Denys Lombard menyebutkan bahwa raja dari kerajaan poli beragama Budda.

201303190908051

Masih didalam bukunya Denys Lombard pada sebuah catatan kaki dimana denys juga mengutup dari J. Sauvaget dengan buku Relation de la chine et de i’Inde dimana buku ini sendiri dikarang tahun 851. “ dilaut apabila kita berlayar ke cylon ada pulau – pulau yang tidak banyak jumlahnya, tetapi besar – besar; tak ada keterangan lbih lanjut mengenai pulau – pulau tersebut; diantaranya ada sebuah yang dinamakan Lambri yang mempunyai beberapa raja, luasnya katanya 8 atau 900 parasanges (persegi). Emasnya banyak dan ada satu tempat yang dinamakan fantsur (baros) yang menghasilakan banyak kamper yang bermutu baik. Pulau – pulau tadi menguasai pulau – pulau lain disekitarnya, ada satu yang namanya Niyan (nias sekarang). Emas dipulau itu banyak. Makanannya kelapa yang dipakai penyedap dan salep. Dipulau itu (Lambri) ada banyak gajah; ada kayu sapang, bambu dan suatu suku yang makan orang (kanibal). Pulau itu dibatasi dua laut: laut harkand dan selat.

Kalau melihat tahun ditulisnya catatan ini yang bertarikh 851 artinya Lamuri sudah berdiri sebelum abad ke-8.
Pada akhir abad ke-13 marcopolo singgah dipelabuhan – pelabuhan bagian utara sumatra dan memberitakan terdapatnya Agama Islam dalam pelabuhan dagang yang namanya disebut olehnya yaitu: ferlec, basman, sumatra, dagroian, lambri, dan fansur. Pada tahun 1365 negarakartagama menyebut Tamiang, perlak, samudra, lamuri, barus, dan barat diantara kota – kota yang “setia” pada majapahit.
Dari catatan marcopolo ini kita dapati pada abad 13 islam telah hadir diLamuri artinya telah terjadi asimilasi dan perubahan keyakinan masyarakat.

pada akhirnya sendiri kerajaan lamuri melebur dalam kerajaan Aceh Darussalam mengikuti perkembangan dan kemajuan yang gemilang dari kerajaan aceh. Tom pires menyebutkan “ achey adalah negerri pertama dipantai pulau sumatra yang menghadap selat, dan Lambri terletak tepat disebelahnya dan meluas kepedalaman. Tanah biar letaknya diantara Aceh dan pidir daerah – daerah ini takluk kepada raja Aceh yang memerintah mereka dan merupakan raja satu – satunya. Raja itu beragama islam dan gagah perkasa diantara tetangganya.”

Dari bukti arkeologis disitus kerajaan Lamuri ditemukan banyak nisan dari makam – makam raja yang memerintah dilamuri dari ke-28 batu nisan tersebut diperoleh sebanyak 10 raja yang memerintah Lamuri, 8 orang bergelar malik dan 2 orang bergelar sultan.
• Malik Syamsuddin (wafat 822 H)
• Malik ‘Alawuddin (wafat 822 H)
• [Malik?] Muzhhiruddin (wafat 832 H)
• Sultan Muhammad bin ‘Alawuddin (wafat 834 H)
• Malik Nizar bin Zaid (wafat 837 H)
• Malik Zaid (bin Nizar?) (wafat 840 H)
• Malik Jawwaduddin (wafat 842 H)
• Malik Zainal ‘Abidin (wafat 845 H?)
• Malik Muhammad Syah (wafat 848 H)
• Sultan Muhammad Syah (wafat 908 H?)

Di Lam Reh terdapat makam Sultan Sulaiman bin Abdullah (wafat 1211), penguasa pertama di Indonesia yang diketahui menyandang gelar “sultan”. Penemuan arkeologis pada tahun 2007 mengungkapkan adanya nisan Islam tertua di Asia Tenggara yaitu pada tahun 398 H/1007 M. Pada inskripsinya terbaca: Hazal qobri [...] tarikh yaumul Juma`ah atsani wa isryina mia Shofar tis`a wa tsalatsun wa tsamah […] minal Hijri. Namun menurut pembacaan oleh peneliti sejarah Samudra Pasai, Teungku Taqiyuddin Muhammad, nisan tersebut berangka tahun 908 H atau dari abad ke-15.

tulisan ini berdasarkan buku kerajaan Aceh zaman Iskandar Muda(1607-1636) Denys lombard

http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Lamuri<a

parlemen kita

Standar

gedung-dpr-mpr

Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan mengikuti seminar yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) tema seminar itu lebih kurang untuk menjadi pemilih cerdas utuk pemilu 2014 mendatang.

Ada satu hal yang saya tangkap dari seminar ini, yaitu adanya kegalauan dikalangan KPU dan lembaga – lembaga terkait yang berkonsentrasi dengan pemilu mendatang terhadap antusiasme pemillih terhadap pemilu yang beberapa tahun lagi akan kita langsungkan, yang dikawatirkan KPU adalah besarnya persentase pemilih yang mengambil sikap golput. Hal ini tampak dari persentase pemilih golput yang semakin meningkat sejak pemilu tahun 1999 silam.

Ketika pemilih golput itu tinggi maka kualitas demokrasi kita akan dipertanyaan, terlepas dari itu hal ini bisa mengakibatkan dukungan rakyat terhadap pemerintahan kecil dimana dampaknya adalah kebijakan pemerintah tidak dapat berjalan maksimal. Dimana setiap kebijaka pemerintah pasti membutuhkan dukungan rakyat jika pemilu saya masyarakat sudah anti pati bagaimana lagi dengan kebijakan – kebijakan yang terkadang menyinggung kehidupan masyarakat.

Lantas pertanyaan selanjutanya adalah apa penyebab kecewanya masyarakat sehingga tidak antusias dalam menyalurkan suaranya dalam pemilu? Dari pertanyaan inilah saya ingin mejawab judul tulisan ini yaitu membangun parlemen kita.

Jawab utama kenapa pemilu kita tampak membosankan paling tidak karena calon anggota perlemen atau caleg yang tidak yang layak dan pantas dipilih namun diajukan oleh partai politik untuk dipilih. walaupun jawaban ini hanya merupakan asumsi, saya kira ini asumsi yang juga dirasakan dan dijadikan alasan oleh mereka yang golput.
Anggota parlemen yang selalu menontonkan lawak politik dengan gaya badutnya membuat masyarakat menjadi muak untuk memilih mereka sementara pertai politik sebagai wadah penyedia calon yang dipilih tidak bisa memberikan calon yang baik akhirnya ini menjadi klop jadilah masyarakat memilih golput.

Kalau begitu siapa yang harus disalahkan? Saya kira yang harus bertanggung jawab terhadap hal ini adalah partai politik. Sebab partai politiklah yang menjadi satu – satunya wadah yang menyediakan anggota – anggota parlemen ini. oleh karena itu saya kira KPU, Pemerintah dan lembaga terkait harus bisa memdorong partai politik dengan membuat suatu sistem yang bisa mendorong partai politik untuk membuat seleksi ketat terhadap calon anggota legislatif yang akan dipilih rakyat dalam pemilu.

Sebenarnya kalau kita lihat sejarah awal kemerdekaan mereka yang duduk diparlemen bukanlah orang sembarangan. Paling tidak mereka adalah orang yang penuh dengan gagasan dan gerakan yang langsung terasa bagi rakyat. Pada awal kemerdekaan mereka yang duduk diparlemen adalah penulis, rata – rata memiliki surat kabar paling tidak mempunyai karya ilmiah yang bisa dijangkau masyarakat. Kemudian meraka yang sudah lama terjun dimasyarakat dalam bentuk pergerakan bukan seperti saat ini diajukan hanya karena memiliki dana dan keluarga besar.

Oleh karena itu saya fikir kita harus selamatkan perlemen kita, sedikit ingin menuangkan fikiran saya kira ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menyeleksi para caleg yang akan bertarung dipemilu diantaranya:

Pertama Kita harus mensyaratkan partai politik untuk mengajukan caleg telah memliliki karya ilmiah dalam bentuk buku atau minimal pernah diterbitkan surat kabar. Saya kira para caleg ini adalah mereka yang mewakili rakyat diparlemen. Tugas ini mengharuskan mereka untuk mempunyai gagasan dengan mereka pernah menulis artinya mereka memiliki gagasa – gagasan tersebut dan bisa mempertanggung jawabkannya. Saya kira kita sepakat kita tidak menginginkan wakil – wakil kita bahasa Indonesianya belepotan saya fikir ini syarat ini bisa menjadi salah satu solusi untuk menutup peluang bagi calon – calon yang tidak kompeten untuk maju menjadi caleg.

Kedua kampus sekolah tinggi dan univesitastidak boleh menjadi daerah netral justru kampus harus menyediakan mimbar bebas untuk para caleg menyampaikan visi misi dan gagasan mereka dan fihak kampus dosen dan mahasiswa menjadi pendengar yang boleh mengkritisi menyela dan menolak argumen mereka ketika mereka mampu mngehadapi intelektual dikampus artinya gagasan mereka dan sikap mereka telah teruji. Dengan diadakan mimbar bebas caleg – caleg ini tidak lagi berkampanye disurau atau mushala dihadapan ibu – ibu pengajian. Tahu apa ibu – ibu pengajaian tentang politik.

Ketiga mereka yang maju menjadi caleg harus telah menjadi anggota partai politik selama lima tahun, artinya mereka sudah melewati jenjang organisasi atau kepartaian.tidak bisa tiba – tiba langsung menjadi caleg. Tidak bisa orang yang baru pensiun dari kedinasan langsung jadi caleg mereka harus ditempah dulu dimasyarakat bagaimana membangun jaringan kader. Salah satu keburukan parlemen kita saat ini karena diisi oleh para pensiunan dan purnawirawan yand seharusnya mereka sudah harus beristirahat. Mereka yang seperti seharusnya tidak perlu lagi bertarung dalam urusan perpolitikan karena gerakan tubuhnya saja sudah melambat.

Inilah tiga hal yang mungkin bisa kita laksanakan agar parlemen kita diisi oleh orang – orang yang berkopeten masih segar mempunyai visi dan gagasan yang jelas serta bisa diterima masyarakat.

gedung-dpr-mpr

Antara Kenakalan dan Kejahatan Remaja

Standar

Tulisan ini lahir dari sebuah tantangan sepupu, ketika saya memposting setatus di BBM dengan kalimat yang sama persis dengan judul diatas “ Antara kenakalan remaja dan kejahatan remaja”. Ketika saya memposting setatus tersebut sepupu saya bertanya melalui BBM, apa beda antara kenakalan remaja dan kejahatan remaja. yang kemudian saya jawab dengan refleks “pada efek dan niat tindakannya”. Kemudian sepupu tadi mengirim pesan kembali “for example? Contohnya?.” Sebenarnya status ini juga tidak muncul tiba – tiba begitu saja, setatus ini sebenarnya terispirasi dari acara karikatur negeri diTv One yang mengangkat tema tentang kenakalan remaja terutama pembajakan bus yang baru – baru ini terjadi.

Merasa tertantang dengan pertanyaan sepupu tadi, saya mencoba mengkaji setatus saya sendiri yang awalnya hanya status iseng. dengan membuka kamus besar bahasa indonesia yang tertanam di Handphone, saya coba mencari arti kata nakal dan jahat. Disebutkan dalam kamus besar bahasa indonesia yang tertanam di sistem oprasi Android handphone, nakal adalah suka berbuat kurang baik (tidak menurut, mengganggu. Dsb, terutama bagi anak – anak). Sedang jahat adalah sangat tidak baik (tt kelakuan, tabiat, perbuatan).

Dari penjelasan kamus digital diatas, kemudian saya ringkas agar tidak terlalu panjang di BBM agar sepupu saya tidak pusing membacanya dan saya kirim dalam tiga kali kiriman.

Dalam kiriman pertama saya tulis “ sebenarnya dua kata tersebut sama saja sama2 perbuatan buruk….”

Kiriman kedua “Cuma secara bahasa kenakalan lebih ditujukan buat anak2 dan niatnya iseng, contohnya nyuri mangga tetangga atau ngusilin temen.”

Kiriman ketiga “kalo kejahatan lebih ditujukan untuk orang dewasa bukan ditujukan pada anak – anak.. tp kalo itu dilakukan dengan niat sungguh2 untuk mencelakakan misalnya menyiram air keras dengan niat memang untuk encelakakan dan efeknyapun permanen walaupun ini dilakukan oleh anak – anak bisa dikatagorikan kejahatan.

Pada akhirnya saya berfikir kembali apakah mungkin anak – anak melakukan kejahatan? Atau analisa saya yang salah? Kalau tauran dan membajak bus dikatagorikan kejahatan? Lantas siapa yang harus bertanggung jawab?

Kebetulan sekali saya lagi nafsu untuk menghatamkan buku psikologi perkembangan karangan Ki fudyartanta, didalam buku ini Ki Fudyartanta menginformasikan tentang faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan anak menurut aliran – aliran filsafat.

Aliran Pertama, aliran nativisme mengatakan bahwa nativus atau pembawaanlah yang menentukan perkembangan anak. Lebih dasyatnya lagi seorang tokoh nativisme Schopenhauer mengatakan, tidak mungkin kita dengan pendidikan mengubah pembawaan anak.

Kalau kita hubungkan pendapat aliran nativisme dengan pertanyaan saya diatas, mungkinkah anak – anak melakukan kejahatan, maka jawabannya “mungkin” jika anak tersebut membawa bakat jahat dalam dirinya. Buat yang tidak setuju dengan pendapat nativisme sabar dulu, masih ada aliran lain yang membantah aliran ini kok, yaitu empirisme.

Aliran Kedua, aliran empirisme berpendapat perkembangan manusia ditentukan pengalaman – pengalaman yang diperoleh individu, sederhananya faktor eksogenlah atau faktor luar yaitu lingkungan yang menentukan perkembangan seorang manusia. John Locke sebagai pembesar aliran empirisme mengemukakan sebuah teori yang terkenal yaitu Tabula Rasa, maksud teori ini adalah jiwa bayi yang baru lahir itu seperti meja lilin atau kertas putih yang bersih. Bagai mana bentuk dan gambar setelahnya itu tergantung kepada yang menulisnya, artinya pengaruh luarlah yang berperan membentuk jiwa manusia dari masa kecilnya.

Dari pendapat kedua ini kita dapat jawaban seorang anak tidak mempunyai potensi jahat sebab sebenarnya jiwa seorang anak itu suci bersih kalau begitu kita dapat jawaban lingkunganlah yang harusnya bertanggung jawab jika anak –anak melakukan kejahatan. Tapi tunggu dulu masih ada satu pendapat lagi yang menengahi dua aliran ini, yaitu konvergensi.

Aliran Ketiga, aliran konvergensi aliran ini mengambil jalan tengah dengan mengkompromikan dua aliran yang bertahan pada satu pendirian, menurut aliran ini faktor pembawaan dan faktor lingkungan sama – sama berpengaruh bagi perkembangan manusia.

Kita dapat jawaban baru atas pertanyaan saya diatas
mungkinkah anak – anak atau remaja melakukan kejahatan. Menurut aliran ini “mungkin” namun tidak bisa berdiri sendiri potensi jahat yang dibawa dari lahir tadi tidak mungkin muncul dan berkembang kalau tidak didukung oleh faktor luar atau lingkungannya. Kalau lebih lanjut kita lihat aliran konvergeni berpendapat semua manusia memiliki bakat alami yang perkembangannya akan turut ditentukan oleh lingkungannya baik keluarga atau masyarakat.

Belum puasnih, belum dapat jawaban yang meyakinkan yang bisa menjawab mungkinkah anak – anak atau remaja melakukan kejahatan?, ketika mungkin seorang anak atau remaja melakukan kejahatan siapa yang harus bertanggung jawab dengan kejahatannya?

Saya fikir harus lihat bagaimana perspektif Islam menjawab pertanyaan saya ini. didalam sebuah riwayat Rasulullh bersabda:
مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلاَّ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
“Tiada seorangpun yang dilahirkan kecuali dilahirkan pada fithrah (Islam)nya. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi.” [HR. al-Bukhâri dan Muslim]

Dari hadis Rasul ini kita bisa tangkap bahwa lingkunganlah yang berperan utama dalam membangun kepribadian anak. Artinya kejahatan yang dilakukan anak adalah tanggung jawab dari orang tua. Dari hadis ini, islam satu pandangan dengan empirisme bahwa jiwa seorang anak itu suci bersih, orang tualah yang membentuk bagaimana kepribadian anak selanjutnya.

Kalaupun nativisme benar, bahwa anak bisa membawa kepribadian buruk. tanggung jawab kejahatan anak juga kepada orang tua, sebab seandainya potensi buruk tadi tidak diberi ruang maka mustahil potensi buruk tadi bisa muncul.

Dalam perspektif hukum terutama dalam undang – undang perlindungan anak disebutkan, Bab I pasal 1 ayat 1.
“Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan”
Ayat ini penjelasan siapa yang disebut anak, bahwa anak adalah manusia yang berusia 18 tahun kebawah, artinya anak SMU yang rata – ratanya dibawah usia 18 tahun masih katagori anak – anak. Kalau kita lihat kasus tauran dan pembajakan yang baru ini terjadi dilakukan oleh anak SMU yang berusia dibawah 18 tahun, artinya yang pelaku kajadian diatas adalah anak –anak. Pertanyannya, dari penjelasan panjang saya diatas bisakah kita menyalahkan mereka?

Saya kira kita harus melihat faktor lain, kenapa mereka bisa seperti itu? Beringas, kasar, dan psikologinya tidak semestinya anak –anak. Bisa jadi sikap mereka tersebut terbentuk karena tekanan hidup perkotaan yang penat, atau lingkungan dan kehidupan yang buruk yang mempengaruhi perkembangan mereka atau karena tidak ada tempat yang layak dan sesuai untuk menyalurkan bakat dan hobi mereka.

Disini saya tidak setuju dengan kata – kata Ahok wakil gubernur DKI yang mengatakan mereka calon bajingan. Kalaupun mereka calon bajingan itu karena siapa? Apakah pemda DKI telah menyediakan lapangan untuk bermain bagi anak – anak dijakarta? Apakah sekolah sebagai lembaga pendidikan telah memenuhi kebutuhan psikis mereka? Jangan – jangan sekolah menjadi tempat yang membosankan atau neraka bagi mereka. Kalau seperti ini apakah pantas mereka disalahkan?

Saya ingin tutup tulisan ini dengan menyalin UU perlindungan anak pada item hak dan kewajiban anak.
Pasal 4
Setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan
berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat
kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan
diskriminasi.
Pasal 5
Setiap anak berhak atas suatu nama sebagai identitas diri dan status
kewarganegaraan.
Pasal 6
Setiap anak berhak untuk beribadah menurut agamanya, berpikir, dan
berekspresi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya, dalam
bimbingan orang tua.
Pasal 7
(1) Setiap anak berhak untuk mengetahui orang tuanya, dibesarkan, dan
diasuh oleh orang tuanya sendiri.
(2) Dalam hal karena suatu sebab orang tuanya tidak dapat menjamin
tumbuh kembang anak, atau anak dalam keadaan terlantar maka
anak tersebut berhak diasuh atau diangkat sebagai anak asuh atau
anak angkat oleh orang lain sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
Pasal 8
Setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan
sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spiritual, dan sosial.
Pasal 9
(1) Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam
rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai
dengan minat dan bakatnya.
(2) Selain hak anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), khusus bagi
anak yang menyandang cacat juga berhak memperoleh pendidikan
luar biasa, sedangkan bagi anak yang memiliki keunggulan juga
berhak mendapatkan pendidikan khusus.

Ketika pemerintah dan masyarakat belum memenuhi hak dan kewajiban anak yang tercntum dalam UU Perlindungan anak siapa yang harus bertanggung jawab jika anak – anak melakukan kejahatan???