Lamuri Rantai Sejarah yang Hampir Kita Putuskan

Secara tak sengaja karena bosan dengan acara tv yang isinya itu – itu saja saya pindahkan chanel remot tv saya ke chanel frekuensi metro tv berharap bisa menemukan informasi atau diskusi – diskusi yang menarik dimetro tv. Kemudian terpamapanglah sebuah mukhadimah sebuah film dokumenter dari acara melawan lupa yang judulnya Kerajaan Lamuri.

href=”http://puncakniskala.files.wordpress.com/2014/01/6218808.jpg”>6218808

Sebenarnya saya termasuk orang yang mencintai sejarah aceh, karena saya sendiri sebenarnya keturunan aceh yang lahir dan besar diluar aceh. Ketika saya melihat tanyangan ini saya fikir ini salah satu kampanye dari kawan – kaawan pemerrhati sejarah dan kebudayaan diaceh agar masyarakat dan pemerintah bisa melindungi situs – situs sejarah peninggalan kerajaan Lamuri. Sebab ada keinginan segelintir orang yang menginginkan tanah dibawah situs kerajaan lamuri dijadikan lapangan Golf ( semoga tidak pernah terwujud).Kalaulah niatan buruk itu terlaksana hanya ada satu kata untuk hal itu yaitu masyarakat aceh akan terputus dari rantai sejarahnya, karena cikal bakal kerajaan aceh darusalam yang agung dari lamurilah asalnya.

Sebenarnya saya berharap ada penelitian komprehensip tentang keraajan ini dari baik itu dari segi arkeologi maupun catatan sejarahnya. Karena menurut saya kehidupan masyrakat dan budayaan masyarakat lamuri sangat penting dielajari, sebab dikerajaan lamurilah pertama sekali terjadi persentuhan antara budaya lokal, hindu budda yang berasal dari india dan islam yang datang dari arab itu terjadi. Hal ini terlihat dari bentuk nisan dari makam makam yang terdapat pada situs kerajaan lamuri tersebut.
Asumsi saya mengatakan besar kemungkinan usia kerajaan lamuri lebih tua dibanding kerajaan Samudra Pasai ataupun Perlak. Saya akan kutip secara utuh apa yang ditulis Denis Lobard dalam bukunya sejarah aceh tentang Lamuri menurut kronik cina dan arab.
“Sedini abad ke-6 Sejarah dinasti Liang sudah banyak membicarakan kerajaan poli yang menurut sebagian orang sama dengan sebelah utara sumatra. Mulai abad ke-9 beberapa teks Arab menyebut sebuah daerah yang bernama “Rami” atau “ Ramni” atau kadang – kadang “Lambri”, yang kira – kira letaknya disana juga.”
Kalau melihat catatan ini artinya kerajaan lamuri atau poli sudah berdiri sejak abad ke-6. Lebih lanjut dalam catatan kaki pada bukunya Denys Lombard menyebutkan bahwa raja dari kerajaan poli beragama Budda.

201303190908051

Masih didalam bukunya Denys Lombard pada sebuah catatan kaki dimana denys juga mengutup dari J. Sauvaget dengan buku Relation de la chine et de i’Inde dimana buku ini sendiri dikarang tahun 851. “ dilaut apabila kita berlayar ke cylon ada pulau – pulau yang tidak banyak jumlahnya, tetapi besar – besar; tak ada keterangan lbih lanjut mengenai pulau – pulau tersebut; diantaranya ada sebuah yang dinamakan Lambri yang mempunyai beberapa raja, luasnya katanya 8 atau 900 parasanges (persegi). Emasnya banyak dan ada satu tempat yang dinamakan fantsur (baros) yang menghasilakan banyak kamper yang bermutu baik. Pulau – pulau tadi menguasai pulau – pulau lain disekitarnya, ada satu yang namanya Niyan (nias sekarang). Emas dipulau itu banyak. Makanannya kelapa yang dipakai penyedap dan salep. Dipulau itu (Lambri) ada banyak gajah; ada kayu sapang, bambu dan suatu suku yang makan orang (kanibal). Pulau itu dibatasi dua laut: laut harkand dan selat.

Kalau melihat tahun ditulisnya catatan ini yang bertarikh 851 artinya Lamuri sudah berdiri sebelum abad ke-8.
Pada akhir abad ke-13 marcopolo singgah dipelabuhan – pelabuhan bagian utara sumatra dan memberitakan terdapatnya Agama Islam dalam pelabuhan dagang yang namanya disebut olehnya yaitu: ferlec, basman, sumatra, dagroian, lambri, dan fansur. Pada tahun 1365 negarakartagama menyebut Tamiang, perlak, samudra, lamuri, barus, dan barat diantara kota – kota yang “setia” pada majapahit.
Dari catatan marcopolo ini kita dapati pada abad 13 islam telah hadir diLamuri artinya telah terjadi asimilasi dan perubahan keyakinan masyarakat.

pada akhirnya sendiri kerajaan lamuri melebur dalam kerajaan Aceh Darussalam mengikuti perkembangan dan kemajuan yang gemilang dari kerajaan aceh. Tom pires menyebutkan “ achey adalah negerri pertama dipantai pulau sumatra yang menghadap selat, dan Lambri terletak tepat disebelahnya dan meluas kepedalaman. Tanah biar letaknya diantara Aceh dan pidir daerah – daerah ini takluk kepada raja Aceh yang memerintah mereka dan merupakan raja satu – satunya. Raja itu beragama islam dan gagah perkasa diantara tetangganya.”

Dari bukti arkeologis disitus kerajaan Lamuri ditemukan banyak nisan dari makam – makam raja yang memerintah dilamuri dari ke-28 batu nisan tersebut diperoleh sebanyak 10 raja yang memerintah Lamuri, 8 orang bergelar malik dan 2 orang bergelar sultan.
• Malik Syamsuddin (wafat 822 H)
• Malik ‘Alawuddin (wafat 822 H)
• [Malik?] Muzhhiruddin (wafat 832 H)
• Sultan Muhammad bin ‘Alawuddin (wafat 834 H)
• Malik Nizar bin Zaid (wafat 837 H)
• Malik Zaid (bin Nizar?) (wafat 840 H)
• Malik Jawwaduddin (wafat 842 H)
• Malik Zainal ‘Abidin (wafat 845 H?)
• Malik Muhammad Syah (wafat 848 H)
• Sultan Muhammad Syah (wafat 908 H?)

Di Lam Reh terdapat makam Sultan Sulaiman bin Abdullah (wafat 1211), penguasa pertama di Indonesia yang diketahui menyandang gelar “sultan”. Penemuan arkeologis pada tahun 2007 mengungkapkan adanya nisan Islam tertua di Asia Tenggara yaitu pada tahun 398 H/1007 M. Pada inskripsinya terbaca: Hazal qobri [...] tarikh yaumul Juma`ah atsani wa isryina mia Shofar tis`a wa tsalatsun wa tsamah […] minal Hijri. Namun menurut pembacaan oleh peneliti sejarah Samudra Pasai, Teungku Taqiyuddin Muhammad, nisan tersebut berangka tahun 908 H atau dari abad ke-15.

tulisan ini berdasarkan buku kerajaan Aceh zaman Iskandar Muda(1607-1636) Denys lombard

http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Lamuri<a

parlemen kita

gedung-dpr-mpr

Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan mengikuti seminar yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) tema seminar itu lebih kurang untuk menjadi pemilih cerdas utuk pemilu 2014 mendatang.

Ada satu hal yang saya tangkap dari seminar ini, yaitu adanya kegalauan dikalangan KPU dan lembaga – lembaga terkait yang berkonsentrasi dengan pemilu mendatang terhadap antusiasme pemillih terhadap pemilu yang beberapa tahun lagi akan kita langsungkan, yang dikawatirkan KPU adalah besarnya persentase pemilih yang mengambil sikap golput. Hal ini tampak dari persentase pemilih golput yang semakin meningkat sejak pemilu tahun 1999 silam.

Ketika pemilih golput itu tinggi maka kualitas demokrasi kita akan dipertanyaan, terlepas dari itu hal ini bisa mengakibatkan dukungan rakyat terhadap pemerintahan kecil dimana dampaknya adalah kebijakan pemerintah tidak dapat berjalan maksimal. Dimana setiap kebijaka pemerintah pasti membutuhkan dukungan rakyat jika pemilu saya masyarakat sudah anti pati bagaimana lagi dengan kebijakan – kebijakan yang terkadang menyinggung kehidupan masyarakat.

Lantas pertanyaan selanjutanya adalah apa penyebab kecewanya masyarakat sehingga tidak antusias dalam menyalurkan suaranya dalam pemilu? Dari pertanyaan inilah saya ingin mejawab judul tulisan ini yaitu membangun parlemen kita.

Jawab utama kenapa pemilu kita tampak membosankan paling tidak karena calon anggota perlemen atau caleg yang tidak yang layak dan pantas dipilih namun diajukan oleh partai politik untuk dipilih. walaupun jawaban ini hanya merupakan asumsi, saya kira ini asumsi yang juga dirasakan dan dijadikan alasan oleh mereka yang golput.
Anggota parlemen yang selalu menontonkan lawak politik dengan gaya badutnya membuat masyarakat menjadi muak untuk memilih mereka sementara pertai politik sebagai wadah penyedia calon yang dipilih tidak bisa memberikan calon yang baik akhirnya ini menjadi klop jadilah masyarakat memilih golput.

Kalau begitu siapa yang harus disalahkan? Saya kira yang harus bertanggung jawab terhadap hal ini adalah partai politik. Sebab partai politiklah yang menjadi satu – satunya wadah yang menyediakan anggota – anggota parlemen ini. oleh karena itu saya kira KPU, Pemerintah dan lembaga terkait harus bisa memdorong partai politik dengan membuat suatu sistem yang bisa mendorong partai politik untuk membuat seleksi ketat terhadap calon anggota legislatif yang akan dipilih rakyat dalam pemilu.

Sebenarnya kalau kita lihat sejarah awal kemerdekaan mereka yang duduk diparlemen bukanlah orang sembarangan. Paling tidak mereka adalah orang yang penuh dengan gagasan dan gerakan yang langsung terasa bagi rakyat. Pada awal kemerdekaan mereka yang duduk diparlemen adalah penulis, rata – rata memiliki surat kabar paling tidak mempunyai karya ilmiah yang bisa dijangkau masyarakat. Kemudian meraka yang sudah lama terjun dimasyarakat dalam bentuk pergerakan bukan seperti saat ini diajukan hanya karena memiliki dana dan keluarga besar.

Oleh karena itu saya fikir kita harus selamatkan perlemen kita, sedikit ingin menuangkan fikiran saya kira ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menyeleksi para caleg yang akan bertarung dipemilu diantaranya:

Pertama Kita harus mensyaratkan partai politik untuk mengajukan caleg telah memliliki karya ilmiah dalam bentuk buku atau minimal pernah diterbitkan surat kabar. Saya kira para caleg ini adalah mereka yang mewakili rakyat diparlemen. Tugas ini mengharuskan mereka untuk mempunyai gagasan dengan mereka pernah menulis artinya mereka memiliki gagasa – gagasan tersebut dan bisa mempertanggung jawabkannya. Saya kira kita sepakat kita tidak menginginkan wakil – wakil kita bahasa Indonesianya belepotan saya fikir ini syarat ini bisa menjadi salah satu solusi untuk menutup peluang bagi calon – calon yang tidak kompeten untuk maju menjadi caleg.

Kedua kampus sekolah tinggi dan univesitastidak boleh menjadi daerah netral justru kampus harus menyediakan mimbar bebas untuk para caleg menyampaikan visi misi dan gagasan mereka dan fihak kampus dosen dan mahasiswa menjadi pendengar yang boleh mengkritisi menyela dan menolak argumen mereka ketika mereka mampu mngehadapi intelektual dikampus artinya gagasan mereka dan sikap mereka telah teruji. Dengan diadakan mimbar bebas caleg – caleg ini tidak lagi berkampanye disurau atau mushala dihadapan ibu – ibu pengajian. Tahu apa ibu – ibu pengajaian tentang politik.

Ketiga mereka yang maju menjadi caleg harus telah menjadi anggota partai politik selama lima tahun, artinya mereka sudah melewati jenjang organisasi atau kepartaian.tidak bisa tiba – tiba langsung menjadi caleg. Tidak bisa orang yang baru pensiun dari kedinasan langsung jadi caleg mereka harus ditempah dulu dimasyarakat bagaimana membangun jaringan kader. Salah satu keburukan parlemen kita saat ini karena diisi oleh para pensiunan dan purnawirawan yand seharusnya mereka sudah harus beristirahat. Mereka yang seperti seharusnya tidak perlu lagi bertarung dalam urusan perpolitikan karena gerakan tubuhnya saja sudah melambat.

Inilah tiga hal yang mungkin bisa kita laksanakan agar parlemen kita diisi oleh orang – orang yang berkopeten masih segar mempunyai visi dan gagasan yang jelas serta bisa diterima masyarakat.

gedung-dpr-mpr

Antara Kenakalan dan Kejahatan Remaja

Tulisan ini lahir dari sebuah tantangan sepupu, ketika saya memposting setatus di BBM dengan kalimat yang sama persis dengan judul diatas “ Antara kenakalan remaja dan kejahatan remaja”. Ketika saya memposting setatus tersebut sepupu saya bertanya melalui BBM, apa beda antara kenakalan remaja dan kejahatan remaja. yang kemudian saya jawab dengan refleks “pada efek dan niat tindakannya”. Kemudian sepupu tadi mengirim pesan kembali “for example? Contohnya?.” Sebenarnya status ini juga tidak muncul tiba – tiba begitu saja, setatus ini sebenarnya terispirasi dari acara karikatur negeri diTv One yang mengangkat tema tentang kenakalan remaja terutama pembajakan bus yang baru – baru ini terjadi.

Merasa tertantang dengan pertanyaan sepupu tadi, saya mencoba mengkaji setatus saya sendiri yang awalnya hanya status iseng. dengan membuka kamus besar bahasa indonesia yang tertanam di Handphone, saya coba mencari arti kata nakal dan jahat. Disebutkan dalam kamus besar bahasa indonesia yang tertanam di sistem oprasi Android handphone, nakal adalah suka berbuat kurang baik (tidak menurut, mengganggu. Dsb, terutama bagi anak – anak). Sedang jahat adalah sangat tidak baik (tt kelakuan, tabiat, perbuatan).

Dari penjelasan kamus digital diatas, kemudian saya ringkas agar tidak terlalu panjang di BBM agar sepupu saya tidak pusing membacanya dan saya kirim dalam tiga kali kiriman.

Dalam kiriman pertama saya tulis “ sebenarnya dua kata tersebut sama saja sama2 perbuatan buruk….”

Kiriman kedua “Cuma secara bahasa kenakalan lebih ditujukan buat anak2 dan niatnya iseng, contohnya nyuri mangga tetangga atau ngusilin temen.”

Kiriman ketiga “kalo kejahatan lebih ditujukan untuk orang dewasa bukan ditujukan pada anak – anak.. tp kalo itu dilakukan dengan niat sungguh2 untuk mencelakakan misalnya menyiram air keras dengan niat memang untuk encelakakan dan efeknyapun permanen walaupun ini dilakukan oleh anak – anak bisa dikatagorikan kejahatan.

Pada akhirnya saya berfikir kembali apakah mungkin anak – anak melakukan kejahatan? Atau analisa saya yang salah? Kalau tauran dan membajak bus dikatagorikan kejahatan? Lantas siapa yang harus bertanggung jawab?

Kebetulan sekali saya lagi nafsu untuk menghatamkan buku psikologi perkembangan karangan Ki fudyartanta, didalam buku ini Ki Fudyartanta menginformasikan tentang faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan anak menurut aliran – aliran filsafat.

Aliran Pertama, aliran nativisme mengatakan bahwa nativus atau pembawaanlah yang menentukan perkembangan anak. Lebih dasyatnya lagi seorang tokoh nativisme Schopenhauer mengatakan, tidak mungkin kita dengan pendidikan mengubah pembawaan anak.

Kalau kita hubungkan pendapat aliran nativisme dengan pertanyaan saya diatas, mungkinkah anak – anak melakukan kejahatan, maka jawabannya “mungkin” jika anak tersebut membawa bakat jahat dalam dirinya. Buat yang tidak setuju dengan pendapat nativisme sabar dulu, masih ada aliran lain yang membantah aliran ini kok, yaitu empirisme.

Aliran Kedua, aliran empirisme berpendapat perkembangan manusia ditentukan pengalaman – pengalaman yang diperoleh individu, sederhananya faktor eksogenlah atau faktor luar yaitu lingkungan yang menentukan perkembangan seorang manusia. John Locke sebagai pembesar aliran empirisme mengemukakan sebuah teori yang terkenal yaitu Tabula Rasa, maksud teori ini adalah jiwa bayi yang baru lahir itu seperti meja lilin atau kertas putih yang bersih. Bagai mana bentuk dan gambar setelahnya itu tergantung kepada yang menulisnya, artinya pengaruh luarlah yang berperan membentuk jiwa manusia dari masa kecilnya.

Dari pendapat kedua ini kita dapat jawaban seorang anak tidak mempunyai potensi jahat sebab sebenarnya jiwa seorang anak itu suci bersih kalau begitu kita dapat jawaban lingkunganlah yang harusnya bertanggung jawab jika anak –anak melakukan kejahatan. Tapi tunggu dulu masih ada satu pendapat lagi yang menengahi dua aliran ini, yaitu konvergensi.

Aliran Ketiga, aliran konvergensi aliran ini mengambil jalan tengah dengan mengkompromikan dua aliran yang bertahan pada satu pendirian, menurut aliran ini faktor pembawaan dan faktor lingkungan sama – sama berpengaruh bagi perkembangan manusia.

Kita dapat jawaban baru atas pertanyaan saya diatas
mungkinkah anak – anak atau remaja melakukan kejahatan. Menurut aliran ini “mungkin” namun tidak bisa berdiri sendiri potensi jahat yang dibawa dari lahir tadi tidak mungkin muncul dan berkembang kalau tidak didukung oleh faktor luar atau lingkungannya. Kalau lebih lanjut kita lihat aliran konvergeni berpendapat semua manusia memiliki bakat alami yang perkembangannya akan turut ditentukan oleh lingkungannya baik keluarga atau masyarakat.

Belum puasnih, belum dapat jawaban yang meyakinkan yang bisa menjawab mungkinkah anak – anak atau remaja melakukan kejahatan?, ketika mungkin seorang anak atau remaja melakukan kejahatan siapa yang harus bertanggung jawab dengan kejahatannya?

Saya fikir harus lihat bagaimana perspektif Islam menjawab pertanyaan saya ini. didalam sebuah riwayat Rasulullh bersabda:
مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلاَّ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
“Tiada seorangpun yang dilahirkan kecuali dilahirkan pada fithrah (Islam)nya. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi.” [HR. al-Bukhâri dan Muslim]

Dari hadis Rasul ini kita bisa tangkap bahwa lingkunganlah yang berperan utama dalam membangun kepribadian anak. Artinya kejahatan yang dilakukan anak adalah tanggung jawab dari orang tua. Dari hadis ini, islam satu pandangan dengan empirisme bahwa jiwa seorang anak itu suci bersih, orang tualah yang membentuk bagaimana kepribadian anak selanjutnya.

Kalaupun nativisme benar, bahwa anak bisa membawa kepribadian buruk. tanggung jawab kejahatan anak juga kepada orang tua, sebab seandainya potensi buruk tadi tidak diberi ruang maka mustahil potensi buruk tadi bisa muncul.

Dalam perspektif hukum terutama dalam undang – undang perlindungan anak disebutkan, Bab I pasal 1 ayat 1.
“Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan”
Ayat ini penjelasan siapa yang disebut anak, bahwa anak adalah manusia yang berusia 18 tahun kebawah, artinya anak SMU yang rata – ratanya dibawah usia 18 tahun masih katagori anak – anak. Kalau kita lihat kasus tauran dan pembajakan yang baru ini terjadi dilakukan oleh anak SMU yang berusia dibawah 18 tahun, artinya yang pelaku kajadian diatas adalah anak –anak. Pertanyannya, dari penjelasan panjang saya diatas bisakah kita menyalahkan mereka?

Saya kira kita harus melihat faktor lain, kenapa mereka bisa seperti itu? Beringas, kasar, dan psikologinya tidak semestinya anak –anak. Bisa jadi sikap mereka tersebut terbentuk karena tekanan hidup perkotaan yang penat, atau lingkungan dan kehidupan yang buruk yang mempengaruhi perkembangan mereka atau karena tidak ada tempat yang layak dan sesuai untuk menyalurkan bakat dan hobi mereka.

Disini saya tidak setuju dengan kata – kata Ahok wakil gubernur DKI yang mengatakan mereka calon bajingan. Kalaupun mereka calon bajingan itu karena siapa? Apakah pemda DKI telah menyediakan lapangan untuk bermain bagi anak – anak dijakarta? Apakah sekolah sebagai lembaga pendidikan telah memenuhi kebutuhan psikis mereka? Jangan – jangan sekolah menjadi tempat yang membosankan atau neraka bagi mereka. Kalau seperti ini apakah pantas mereka disalahkan?

Saya ingin tutup tulisan ini dengan menyalin UU perlindungan anak pada item hak dan kewajiban anak.
Pasal 4
Setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan
berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat
kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan
diskriminasi.
Pasal 5
Setiap anak berhak atas suatu nama sebagai identitas diri dan status
kewarganegaraan.
Pasal 6
Setiap anak berhak untuk beribadah menurut agamanya, berpikir, dan
berekspresi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya, dalam
bimbingan orang tua.
Pasal 7
(1) Setiap anak berhak untuk mengetahui orang tuanya, dibesarkan, dan
diasuh oleh orang tuanya sendiri.
(2) Dalam hal karena suatu sebab orang tuanya tidak dapat menjamin
tumbuh kembang anak, atau anak dalam keadaan terlantar maka
anak tersebut berhak diasuh atau diangkat sebagai anak asuh atau
anak angkat oleh orang lain sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
Pasal 8
Setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan
sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spiritual, dan sosial.
Pasal 9
(1) Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam
rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai
dengan minat dan bakatnya.
(2) Selain hak anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), khusus bagi
anak yang menyandang cacat juga berhak memperoleh pendidikan
luar biasa, sedangkan bagi anak yang memiliki keunggulan juga
berhak mendapatkan pendidikan khusus.

Ketika pemerintah dan masyarakat belum memenuhi hak dan kewajiban anak yang tercntum dalam UU Perlindungan anak siapa yang harus bertanggung jawab jika anak – anak melakukan kejahatan???

Tanks Black Persahabatannya

Setelah lebih dari setahun berteman akhirnya kita harus berpisah.

Kebutuhan akan kendaraan untuk menempuh mobilitas kegiatan, mendorong otak untuk memilih motor yang sesuai dengan kanntong, kebutuhan dan usia muda.

Rasa hati sebenarnya ingin membungkus Honda Grand untuk dibawa pulang. tapi orang tua tidak mengizinkan karena usia motor Honda Grand terlalu lawas dan mengusulkan membeli Honda Supra. tapi hati gak sesuai karena honda supra banyak dipakai orang tua terutama ibu – ibu.

teringat masa SMP ditahun 2000an ada satu motor yang digdaya ditengah anak muda walaupun waktu lama telah lama berputar saya fikir kedigdayaan itu belum pudar akhirnya terbungkuslah Yamaha F1ZR hitam tahun 2000 awal.

motor lawas berbody sporty yang melegenda buat anak – anak muda ditahun 2000an. mengusung mesin 2tak jelas motor ini biang keributan dengan asap yang mengalahkan mesin foging. namun untuk kecepatan jangan dilawan semakin didepan.

DSC_0206

jujur motor yang kuberi nama Black ini luar biasa tangguhnya. setahun lebih menemani perjalanan untuk kuliah, hobi untuk belusukan mencari lokasi hunting photografi yang tekadang lokasinya medannya luar biasa sulitnya, motor ini tidak pernah rewel asal oli samping dan bahan bakarnya terisi motor ini bandel luar biasa.

namun usia mesin dan body tetap tidak bisa dilawan, beberapa sparepart sudah minta diganti beberapa baut sudah longgar membuat malam susah tidur untuk menimbang motor ini tetap dipertahankan dengan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit atau dilepas lagi dengan harga dibawah harga beli karena motor 2tak harga jualnya cendrung turun.

f1zr

dengan izin orang tua dan sebuah janji untuk diberi tunggagan pengganti akhirnya black dilepas kepembeli.
diakhiri dengan jabat tangan dan rasa sedih dan terima kasih buat BLACK. jasamu luar biasa.

Balap Anjing

ketika foto perlombaan ini saya posting difacebook, ada yang bertanya pada saya “balap anjing ini budaya atau sekedar lomba biasa?” namun sampai saat ini saya belum dapat jawaban pasti. saya caba tanya kepada orang minang asli jawabannya tidak sama, ada yang jawab lomba biasa ada yang jawab budaya.

tapi biarlah budaya atau bukan, balapan ini bagi saya unik sekali. kalau balap sapi karapan kita sudah biasa melihatnya. tapi dibalik keunikannya balap ini menyimpan satu hal yang buat saya tidak nyaman yaitu penyiksaan pada binatang.

berbekal informasi dari teman, saya meluncur ke kampung sago 70Km dari kota padang. sehabis Shalat Asar disebuah mesjid saya tiba disebuah lapangan yang telah ramai dengan penonton. ditengah lapangan sudah terpancang tiang-tiang dengan tali sebagai lintasan balapnya.

DSC_1343

Tak lama kemudian, panitia membuka pendaftaran peserta lomba. setelah pendaftar sudah mencukupi panitia memulai lomba. dengan satu juri digaris start dan satu juri digaris finis.

pada dasarnya anjing yang mengkuti lomba ini adalah anjing pemburu babi. berbeda dengan karavan sapi memacu anjing – anjing yang berlomba bukan dengan pukulan tapi dipancing untuk mengejar anak babi hutan yang sudah disiapkan digaris finis.

DSC_1338

DSC_1389

semakin sore penonton semakin riuh mendukung jagoannya. terkadang terjadi hal yang membuat penonton tertawa karena anjing sudah berlari mengejar anak babi digaris finis sebelum aba – aba balapan dimulai….

balap anjing

balap anjing2

Paradise

Rasa syukur itulah yang harus kita panjatkan pada tuhan, telah menempatkan kita pada satu titik didunia yang titik itu lebih baik dari titik – titik dunia lainnya. setelah perjalanan melelahkan dan sedikit menegangkan akhirnya sampai dititik indah tersebut “paradise in world” sebuah desa yang yang asri berjarak 90 km dari kota padang sumbar.

GambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarGambarGambar

Risalah Untukmu

Apa kabar kawan?

Salam perjuangan, hidup mahasiswa!!!

Tidak lama lagi pemerintah akan menaikkan harga BBM, yang sudah pasti akan berdampak pada kehidupan rakyat. Sebenarnya tidak saja terjadi pada rakyat kecil, tetapi pada diri kita juga. karena kita adalah bagian dari rakyat kecil itu sendiri.

Tak lama setelah BBM naik niscaya ongkos kendaraan akan segera merangkak naik, biaya sewa kos pasti akan turut mengikutinya,harga makanan diwarteg yang selalu jadi andalan kitapun juga latah untuk naik dan sayangnya tidak ada jaminan bahwa uang kuliah tidak akan naik.

Setuju tidak setuju kenaikan harga BBM pasti akan mempengaruhi kehidupan kita. Begitu juga dengan kehidupan adik – adik kita, ibu kita yang pasti pontang – panting mengatur biaya dapur agar agar didapur masih ada asap yang mengepul dan keluarga dirumah masih bisa menikmati makanan sehat ketika gaji ayah kita tidak beranjak untuk naik.

Menghadapi permasalahan yang pelik ini pasti hati muda kita bergolak. Kita serukan pada semesta negeri ini untuk menolak kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat, yang tidak berpihak pada kita dan seluruh rakyat Indonesia.

kenaikan harga BBM tidak hanya menyengsarakan rakyat kecil lebih dari itu kenaikan harga BBM akan menguntungkan korporasi asing yang merupakan perpanjangan tangan imperialis dinegri kita. Dengan sejuta semangat kita penuhi Jalanan yang merupakan gelanggang kita, parlemen tempat kita menyerukan aspirasi kita, kita bentangkan spanduk dan seruan – seruan lewat orasi kita. Dan sayang seribu sayang aspirasi kita dianggap angin lalu tidak digubris sama sekali kita dianggap pengganggu dihalau dipukuli bahkan sebagian kita ditangkap dijebloskan dalam hotel prodeo.

Kuatkan hatimu kawan, tirani akan terus bercokol selamanya. Selama malaikat masih ada ditangan kanan dan kiri kita selama itupula iblis akan terus mencoba menguasai dunia ini. Selama itupula perjuangan menegakkan keadilan akan terus membutuhkan pejuang – pejuang ikhlas. Kuatkan hatimu kawan, serukan seruan penegakan keadilan bagi seluruh rakyat dinegri ini. Perjuangan harus terus digelorakan jangan surut sejengkal tanganpun. Namun satu kewajiban kita kaum intelektual dinegri ini mengedepankan sikap intelektual yang selalu berfikir positif dan bermartabat.

Membaca risalah ini, kau pasti berfikir aku menyerukan revolusi atau kudeta. Tidak kawan, masih hangat dalam ingatan kita reformasi yang digerakkan kakak – kakak kita ditahun 98 berapa harga yang yang harus kita bayar untuk menggulingkan sebuah rezim tiran dinegri ini. Kita harus sadar kita berada diantara dua kutub, pemerintah dan rakyat jelata. sedikit kesalahan yang kita lakukan akan berakibat fatal, bukan kita saja yang rugi tapi semua rakyat akan mendapat getahnya. Kita harus bisa berfikir panjang dan cermat agar bencana yang lebih besar tidak terjadi dinegeri ini.

Bersabar, ya bersabar itulah yang kuserukan pada kalian, kita ikuti alur waktu yang terus melaju dengan cepat. Cepat atau lambat generasi kita akan menerima estafet kepemimpinan dinegri ini. Aku berharap semangat kita yang saat ini bergelora untuk menegakkan keadilan, memihak pada rakyat dapat bertahan tertanam dalam hati kita.

Dengan semangat yang saat ini mengapi bergelora kita rubah negri yang carut – marut ini, Dengan semangat kita yang saat ini sedang bergelora, kita bangun satu tatanan negara yang lebih baik, yang tidak tunduk dengan tekanan asing, yang tidak bisa direndahkan apalagi dilecehkan. Kita bangun satu negara yang berdaulat sepenuhnya dimana kita bisa menjadi tuan dirumah kita sendiri.

Sekali lagi kuserukan bersabar kawan, simpan emosi kalian untuk masa yang akan datang. Dimana energi kita akan benar – benar dibutuhkan.

Hidup Mahasiswa!!!

Biar Gambar Yang Bicara

Sudah beberapa kali dibulan ini aku memposting diblog ini, namun kebanyakan hanya gambar dengan satu kalimat tulisan. sebenarnya aku ingin memberikan tulisan yang sedikit panjang paling tidak sebuah deskripsi untuk gambar tersebut. namun aku sendiri bingung apakah karena aku malas untuk menuliskannya atau aku memang karena apalah yang aku sendiri tidak mengerti. pada akhirnya aku fikir biarlah gambar – gamabar itu sendiri yang berbicara mendeskripsikan dirinya.

DSC_0126

lokasi pantai sago…kamera nikon