Mencoba Berkarya Walau Tak Nyata

DSC_0179 (2)

diambil distudio icak – icak
senjata nikon

Risalah Untukmu

Apa kabar kawan?

Salam perjuangan, hidup mahasiswa!!!

Tidak lama lagi pemerintah akan menaikkan harga BBM, yang sudah pasti akan berdampak pada kehidupan rakyat. Sebenarnya tidak saja terjadi pada rakyat kecil, tetapi pada diri kita juga. karena kita adalah bagian dari rakyat kecil itu sendiri.

Tak lama setelah BBM naik niscaya ongkos kendaraan akan segera merangkak naik, biaya sewa kos pasti akan turut mengikutinya,harga makanan diwarteg yang selalu jadi andalan kitapun juga latah untuk naik dan sayangnya tidak ada jaminan bahwa uang kuliah tidak akan naik.

Setuju tidak setuju kenaikan harga BBM pasti akan mempengaruhi kehidupan kita. Begitu juga dengan kehidupan adik – adik kita, ibu kita yang pasti pontang – panting mengatur biaya dapur agar agar didapur masih ada asap yang mengepul dan keluarga dirumah masih bisa menikmati makanan sehat ketika gaji ayah kita tidak beranjak untuk naik.

Menghadapi permasalahan yang pelik ini pasti hati muda kita bergolak. Kita serukan pada semesta negeri ini untuk menolak kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat, yang tidak berpihak pada kita dan seluruh rakyat Indonesia.

kenaikan harga BBM tidak hanya menyengsarakan rakyat kecil lebih dari itu kenaikan harga BBM akan menguntungkan korporasi asing yang merupakan perpanjangan tangan imperialis dinegri kita. Dengan sejuta semangat kita penuhi Jalanan yang merupakan gelanggang kita, parlemen tempat kita menyerukan aspirasi kita, kita bentangkan spanduk dan seruan – seruan lewat orasi kita. Dan sayang seribu sayang aspirasi kita dianggap angin lalu tidak digubris sama sekali kita dianggap pengganggu dihalau dipukuli bahkan sebagian kita ditangkap dijebloskan dalam hotel prodeo.

Kuatkan hatimu kawan, tirani akan terus bercokol selamanya. Selama malaikat masih ada ditangan kanan dan kiri kita selama itupula iblis akan terus mencoba menguasai dunia ini. Selama itupula perjuangan menegakkan keadilan akan terus membutuhkan pejuang – pejuang ikhlas. Kuatkan hatimu kawan, serukan seruan penegakan keadilan bagi seluruh rakyat dinegri ini. Perjuangan harus terus digelorakan jangan surut sejengkal tanganpun. Namun satu kewajiban kita kaum intelektual dinegri ini mengedepankan sikap intelektual yang selalu berfikir positif dan bermartabat.

Membaca risalah ini, kau pasti berfikir aku menyerukan revolusi atau kudeta. Tidak kawan, masih hangat dalam ingatan kita reformasi yang digerakkan kakak – kakak kita ditahun 98 berapa harga yang yang harus kita bayar untuk menggulingkan sebuah rezim tiran dinegri ini. Kita harus sadar kita berada diantara dua kutub, pemerintah dan rakyat jelata. sedikit kesalahan yang kita lakukan akan berakibat fatal, bukan kita saja yang rugi tapi semua rakyat akan mendapat getahnya. Kita harus bisa berfikir panjang dan cermat agar bencana yang lebih besar tidak terjadi dinegeri ini.

Bersabar, ya bersabar itulah yang kuserukan pada kalian, kita ikuti alur waktu yang terus melaju dengan cepat. Cepat atau lambat generasi kita akan menerima estafet kepemimpinan dinegri ini. Aku berharap semangat kita yang saat ini bergelora untuk menegakkan keadilan, memihak pada rakyat dapat bertahan tertanam dalam hati kita.

Dengan semangat yang saat ini mengapi bergelora kita rubah negri yang carut – marut ini, Dengan semangat kita yang saat ini sedang bergelora, kita bangun satu tatanan negara yang lebih baik, yang tidak tunduk dengan tekanan asing, yang tidak bisa direndahkan apalagi dilecehkan. Kita bangun satu negara yang berdaulat sepenuhnya dimana kita bisa menjadi tuan dirumah kita sendiri.

Sekali lagi kuserukan bersabar kawan, simpan emosi kalian untuk masa yang akan datang. Dimana energi kita akan benar – benar dibutuhkan.

Hidup Mahasiswa!!!

Kala Fajar Menyingsing

DSC_0177

hasil buruan diminggu pagi.
lokasi pelabuhan painan
senjata nikon
untuk wallpaper bagus da ngebuktiin heheheh.

Biar Gambar Yang Bicara

Sudah beberapa kali dibulan ini aku memposting diblog ini, namun kebanyakan hanya gambar dengan satu kalimat tulisan. sebenarnya aku ingin memberikan tulisan yang sedikit panjang paling tidak sebuah deskripsi untuk gambar tersebut. namun aku sendiri bingung apakah karena aku malas untuk menuliskannya atau aku memang karena apalah yang aku sendiri tidak mengerti. pada akhirnya aku fikir biarlah gambar – gamabar itu sendiri yang berbicara mendeskripsikan dirinya.

DSC_0126

lokasi pantai sago…kamera nikon

Sunyi

terkadang keramaian membuat lupa keheningan. dalam keheningan ketenangan akan dirasakan. dalam keheningan akan timbul renungan dalam jiwa. sudah tepatkah langkah kaki ini.

DSC_0184

Rabab

DSC_0130DSC_0126

DSC_0130

DSC_0131

Gesekan biola semalam suntuk…

Buku, Membaca dan Pendidikan Kita

Refleksi hari buku.

Buku-buku
Sedikit menyumbangkan pemikiran untuk memperingati book days (hari buku), dengan susah payah dan dengan terpaksa harus memeras otak yang tumpul untuk menulis.setelah susah payah lahirnya secuil tulisan, semoga ada manfaat aja deh.

Semua setuju bahwa buku adalah jendela dunia . kalau aku fikir, buku adalah dunia yang diperkecil atau model dari dunia yang diperkecil supaya manusia dapat dengan mudah mempelajari tiap sudut dunia yang luas. Sebuah buku hanya akan berisi simbol – simbol kosong yang tidak memiliki arti jika tidak dibaca, artinya buku dan membaca memililki hubungan yang yang tidak dapat dipisahkan dan hubungan ini akan bermuara kepada pendidikan.

Melihat hubungan ini aku mencoba mensurvey beberapa teman dikelas, aku ambil sampel beberapa teman yang IPKnya lumanyan tinggi(macam betol ajalah). Sedikit mengejutkan ternyata beberapa teman yang IPKnya tinggi bukan orang yang suka membaca, (pasti kaget kok IPKnya bisa tinggi?) ketika aku tanya apa yang mereka baca? mereka jawab mereka membaca buku ketika akan ujian. (Sebenarnya itu juga membaca sih)

Sebagai orang yang mecintai ilmu sejarah (boleh percaya boleh gak) aku pernah membaca bahwa para siswa dimasa penjajahan belanda diwajibkan membaca 25 judul buku sastra (kalo gak salah inget). bahkan chairil Anwar yang Cuma lulusan SMP membaca buku – buku karangan pujangga TS Eliot, yang lebih hebat lagi Hamka yang cuma belajar formal sampai kelas 2 SD membaca buku – buku karangan Leo Tolstoy sastrawan Rusia yang mendunia. tak heran kalau pada masa itu kita memiliki pemuda – pemuda yang menjadi pionir perubahan ( bahasa kerennya the agen of change), dan hal itu wajar karena mereka membaca bukan sekedar untuk menjawab soal ujian tetapi bagai mana manjawab persoalan zaman.

Terkadang terfikir juga mengapa terjadi pergeseran nilai membaca seperti ini, membaca hanya menjadi alat untuk mendapatkan nilai ujian. Membaca tidak menjadi alat untuk meluaskan wawasan dan informasi padahal dalam filosofis pendidikan sendiri , nilai sekolah (baik ujian semester, uts atau un) bukan sebuah tujuan yang harus dicapai. Tetapi bagaimana bisa merubah watak, prilaku dan pengetahuan seseorang. Selanjutanya Mari kita fikirkan bersama kenapa hal ini bisa terjadi.

Saya fikir (sekedar asumsi) pemerintah memiliki andil alam pergeseran nilai membaca. Buku, membaca dan pendidikan satu hal yang tidak dapat dipisahkan, dan kebijakan pendidikan ada ditangan pemerintah. Kebijakan yang salah akan menghasilakan proses dan hasil yang cacat inilah yang terjadi saat ini. Pendidikan tidak lagi memenuhi filosofis pendidikan itu sendiri. Kemudian tidak adanya perhatian pemerintah terhadap percetakan, dimasa pergerakan ditiap kota besar tidak haya jakarta dimedan, surabaya, semarang ada percetakan besar untuk mencetak buku dan surat kabar untuk saat ini semua terpusat dijakarta (bisa dilihat ketika mencetak soal UN semuanya di jakarta).

Dan yang terakhir produktifitas penulis, ketika masa pergerakan dan awal kemerdekaan kita bisa meliahat bagaimana produktifitas yang tinggi dari sarjana – sarjana kita. Perbedaan pendapat dan silang polemik mereka hidangkan dalam mimbar perdebatan yang disebut buku. Seperti polemik roman yang dikarang Hamka “tenggelamnnya kapal vanderwijk” kemudian polemik tentang Tuanku Rao, perdebatan ini memberi andil betapa buku dan membaca begitu tinggi nilainya dimasa itu. Dan muaranya adalah pendidikan yang bermutu.

Karena sudah lelah meras otaknya saya sudahin sampai sini. Saya kasih kesimpulan buku, membaca dan pendidikan tidak dapat dipisahkan. Semoga ada yang tidak setuju dengan apa yang saya fikirkan mari kita debatkan perbadaan pendapat kita lewat tulisan!!! Dan selamat hari buku…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.